Jakarta – PT Asuransi Tri Pakarta (TRIPA) pada hari ini (26/3) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk melaporkan hasil kinerja keuangan di tahun buku 2023.
Sepanjang 2023, TRIPA berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp102,89 miliar atau mengalami pertumbuhan 21,06 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp84,99 miliar.
Raihan aba bersih tersebut ditopang oleh Gross Premium Written (GPW) sebesar Rp1,48 triliun atau mengalami peningkatan sebanyak 20,32 persen dari Rp1,23 triliun pada tahun 2022.
Baca juga: Ganti Nama, OJK Beri Izin Usaha Pialang Asuransi Karsa
Sejurus dengan itu, total aset TRIPA turut terkerek sebanyak 38,92 persen menjadi Rp3,49 triliun di tahun 2023 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp2,80 triliun.
Direktur Utama TRIPA G.C. Koen Yulianto, mengatakan pencapaian tersebut akan menjadi motivasi TRIPA kedepannya untuk terus berinovasi demi keunggulan, meningkatkan produktivitas kinerja serta memberikan pelayanan yang optimal.
Baca juga: Modal Mininum Pialang Asuransi Jadi Rp5 Miliar, OJK: Harusnya Lebih Tinggi
“Berbekal dukungan penuh dari seluruh aspek yang terlibat, TRIPA berkomitmen untuk mewujudkan nilai-nilai pada visi perusahaan yakni menjadi perusahaan asuransi terkemuka dan terpercaya yang unggul dalam kinerja, sumber daya dan layanan,” ucap Koen dalam paparannya di Jakarta, 26 Maret 2024.
Dia menambahkan bahwa, kinerja yang cemerlang tersebut, merupakan gambaran dari dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh nasabah, mitra bisnis, dan para stake holder, serta kerja keras dan dedikasi yang diberikan oleh seluruh Insan TRIPA. (*)
Editor: Galih Pratama
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More