Perbankan

Laba BCA Digital Melonjak 98 Persen Jadi Rp213,4 Miliar di 2025

Poin Penting

  • BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit Rp8,6 triliun (+38%)
  • Nasabah blu tembus 3,7 juta, dengan mayoritas aktif bertransaksi; transaksi digital tumbuh ±30% YoY.
  • BCA Digital akan perkuat keberlanjutan lewat empat pilar: trust, ekspansi ekosistem, teknologi, dan dampak sosial.

Jakarta – PT Bank Digital BCA mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan solid sepanjang tahun lalu. Bank digital dengan aplikasi blu by BCA Digital meraup laba bersih Rp213,4 miliar atau tumbuh 98 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 22 persen menjadi Rp14,3 triliun, serta penyaluran kredit Rp8,6 triliun atau naik 38 persen secara tahunan. Di sisi lain, pendapatan operasional juga tercatat naik 38 persen menjadi Rp1,5 triliun.

Head of Corporate Planning BCA Digital, Yoga T. Halim mengatakan, pertumbuhan laba tersebut mencerminkan peningkatan kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan digital blu by BCA Digital.

“Pertumbuhan ini didorong oleh kualitas pertumbuhan bisnis dan basis nasabah yang semakin matang,” ujar Yoga dalam sesi mini talkshow Ngobrol C.U.A.N bareng BCA Digital di BCA Expoversary 2026, ICE BSD, Tangerang, Jumat, 6 Februari 2026.

Baca juga: BCA Genjot Kredit Konsumer Lewat Expoversary 2026, Ada Bunga KPR 1,69 Persen

Yoga menambahkan hingga akhir 2025, jumlah nasabah blu tercatat sekitar 3,7 juta, dengan penambahan lebih dari 500 ribu nasabah sepanjang tahun.

Menurutnya, BCA Digital tidak mengejar pertumbuhan jumlah rekening secara agresif melalui promosi jangka pendek, melainkan fokus pada penggunaan layanan yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut berdampak pada tingginya tingkat nasabah aktif.

“Kami memperkirakan lebih dari 80 persen nasabah blu aktif bertransaksi, yang kemudian mendorong pertumbuhan volume dan frekuensi transaksi,” ujarnya.

Sejalan dengan pertumbuhan basis pengguna, transaksi pembayaran digital di blu juga terus meningkat. Mengacu pada tren beberapa tahun terakhir, nilai transaksi pembayaran digital blu tumbuh sekitar 30 persen secara tahunan, dengan nominal transaksi yang telah mencapai ratusan miliar rupiah.

Sementara itu, BCA Digital juga mencatatkan sejumlah capaian operasional sepanjang 2025, termasuk meraih sekitar 50 penghargaan industri di berbagai kategori, mulai dari produk dan layanan hingga komunikasi dan kepemimpinan.

BCA Digital juga melanjutkan inisiatif keberlanjutan melalui program Corporate Sustainability Initiative (CSI) yang mencakup pilar People, Prosperity, dan Planet.

Program ini antara lain diwujudkan melalui edukasi literasi keuangan bluAcademy, kegiatan sosial, serta pengelolaan lingkungan di area operasional perusahaan.

Dalam kesempatan yang sama, Head of Corporate Communications BCA Digital Nariswari Yudianti menyampaikan bahwa pendekatan keberlanjutan tersebut dirancang untuk berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis.

“Fokus kami tetap pada membangun pertumbuhan yang relevan dengan kebutuhan nasabah, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Baca juga: BCA Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Jumbo Rp5 Triliun

Target Kinerja 2026

Memasuki 2026, BCA Digital menargetkan pertumbuhan yang tetap berorientasi pada kualitas, dengan fokus pada penguatan kepercayaan nasabah, pengembangan ekosistem layanan digital, serta peningkatan kapabilitas teknologi.

BCA Digital pun telah menyiapkan langkah strategis untuk melangkah lebih jauh bagi Indonesia melalui empat pilar utama, di antaranya pertama Sustainable Growth & Trust yang fokus pada profitabilitas berkelanjutan dengan tata kelola yang kokoh sebagai fondasi kepercayaan nasabah.

Kedua, Expanding Ecosystem, yakni terus aktif mengeksplorasi kolaborasi dengan mitra strategis guna memperluas akses layanan keuangan yang lebih inklusif. Ketiga, Elevating Tech, adalah Memperkuat kapasitas infrastruktur TI agar mampu menyediakan layanan yang andal, responsif, secure, dan seamless.

Keempat, Purpose for Impact, yakni menjalankan inovasi adaptif untuk merealisasikan target pertumbuhan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Memasuki tahun 2026, BCA Digital akan terus memperkuat pendekatan keberlanjutan berbasis People, Planet, dan Prosperity melalui pengembangan berbagai inisiatif dan kolaborasi yang relevan dengan ekosistem blu,” tutup Nariswari. (*) Ayu Utami

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

8 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

9 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

9 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

12 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

13 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

13 hours ago