Poin Penting
Jakarta – PT Bank Digital BCA mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan solid sepanjang tahun lalu. Bank digital dengan aplikasi blu by BCA Digital meraup laba bersih Rp213,4 miliar atau tumbuh 98 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 22 persen menjadi Rp14,3 triliun, serta penyaluran kredit Rp8,6 triliun atau naik 38 persen secara tahunan. Di sisi lain, pendapatan operasional juga tercatat naik 38 persen menjadi Rp1,5 triliun.
Head of Corporate Planning BCA Digital, Yoga T. Halim mengatakan, pertumbuhan laba tersebut mencerminkan peningkatan kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan digital blu by BCA Digital.
“Pertumbuhan ini didorong oleh kualitas pertumbuhan bisnis dan basis nasabah yang semakin matang,” ujar Yoga dalam sesi mini talkshow Ngobrol C.U.A.N bareng BCA Digital di BCA Expoversary 2026, ICE BSD, Tangerang, Jumat, 6 Februari 2026.
Baca juga: BCA Genjot Kredit Konsumer Lewat Expoversary 2026, Ada Bunga KPR 1,69 Persen
Yoga menambahkan hingga akhir 2025, jumlah nasabah blu tercatat sekitar 3,7 juta, dengan penambahan lebih dari 500 ribu nasabah sepanjang tahun.
Menurutnya, BCA Digital tidak mengejar pertumbuhan jumlah rekening secara agresif melalui promosi jangka pendek, melainkan fokus pada penggunaan layanan yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut berdampak pada tingginya tingkat nasabah aktif.
“Kami memperkirakan lebih dari 80 persen nasabah blu aktif bertransaksi, yang kemudian mendorong pertumbuhan volume dan frekuensi transaksi,” ujarnya.
Sejalan dengan pertumbuhan basis pengguna, transaksi pembayaran digital di blu juga terus meningkat. Mengacu pada tren beberapa tahun terakhir, nilai transaksi pembayaran digital blu tumbuh sekitar 30 persen secara tahunan, dengan nominal transaksi yang telah mencapai ratusan miliar rupiah.
Sementara itu, BCA Digital juga mencatatkan sejumlah capaian operasional sepanjang 2025, termasuk meraih sekitar 50 penghargaan industri di berbagai kategori, mulai dari produk dan layanan hingga komunikasi dan kepemimpinan.
BCA Digital juga melanjutkan inisiatif keberlanjutan melalui program Corporate Sustainability Initiative (CSI) yang mencakup pilar People, Prosperity, dan Planet.
Program ini antara lain diwujudkan melalui edukasi literasi keuangan bluAcademy, kegiatan sosial, serta pengelolaan lingkungan di area operasional perusahaan.
Dalam kesempatan yang sama, Head of Corporate Communications BCA Digital Nariswari Yudianti menyampaikan bahwa pendekatan keberlanjutan tersebut dirancang untuk berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis.
“Fokus kami tetap pada membangun pertumbuhan yang relevan dengan kebutuhan nasabah, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Baca juga: BCA Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Jumbo Rp5 Triliun
Memasuki 2026, BCA Digital menargetkan pertumbuhan yang tetap berorientasi pada kualitas, dengan fokus pada penguatan kepercayaan nasabah, pengembangan ekosistem layanan digital, serta peningkatan kapabilitas teknologi.
BCA Digital pun telah menyiapkan langkah strategis untuk melangkah lebih jauh bagi Indonesia melalui empat pilar utama, di antaranya pertama Sustainable Growth & Trust yang fokus pada profitabilitas berkelanjutan dengan tata kelola yang kokoh sebagai fondasi kepercayaan nasabah.
Kedua, Expanding Ecosystem, yakni terus aktif mengeksplorasi kolaborasi dengan mitra strategis guna memperluas akses layanan keuangan yang lebih inklusif. Ketiga, Elevating Tech, adalah Memperkuat kapasitas infrastruktur TI agar mampu menyediakan layanan yang andal, responsif, secure, dan seamless.
Keempat, Purpose for Impact, yakni menjalankan inovasi adaptif untuk merealisasikan target pertumbuhan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
“Memasuki tahun 2026, BCA Digital akan terus memperkuat pendekatan keberlanjutan berbasis People, Planet, dan Prosperity melalui pengembangan berbagai inisiatif dan kolaborasi yang relevan dengan ekosistem blu,” tutup Nariswari. (*) Ayu Utami
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More