News Update

Laba Bank Sulselbar Terkontraksi 19,95 Persen Jadi Rp571,28 Miliar di 2025

Poin Penting

  • Laba Bank Sulselbar tertekan, turun 19,95 persen (yoy) menjadi Rp571,28 miliar pada 2025 akibat kenaikan beban operasional yang menggerus laba
  • Intermediasi masih tumbuh tipis, kredit dan pembiayaan mencapai Rp23,55 triliun (+0,43 persen yoy), dengan pembiayaan syariah melonjak 27,27 persen
  • DPK naik kuat 15,70 persen menjadi Rp22,11 triliun, namun likuiditas masih ketat dengan LDR 106,51 persen, meski membaik dari 116,24 persen di 2024.

Jakarta – Kinerja laba PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Bank Sulselbar) mengalami tekanan cukup dalam pada 2025. Laba bersih bank ini terkontraksi 19,95 persen year on year (yoy) menjadi Rp571,28 miliar dibandingkan Rp713,63 miliar di tahun sebelumnya.

Mengutip laporan keuangan perseroan, 9 Maret 2026, kinerja intermediasi bank ini sebenarnya masih tumbuh positif. Bank yang dinakhodai Yulis Suandi sebagai direktur utama ini menyalurkan kredit dan pembiayaan syariah sebesar Rp23,55 triliun, atau tumbuh tipis 0,43 persen ketimbang Rp23,45 triliun di 2024.

Rinciannya, kredit tumbuh minus 1,46 persen menjadi Rp21,59 triliun. Sedangkan pembiayaan syariah melonjak 27,27 persen dari Rp1,54 triliun menjadi Rp1,94 triliun.

Kualitas aset juga menunjukkan tren menurun, dengan rasio kredit bermasalah NPL tercatat di level 2,86 persen (gross), turun dari 2,49 persen di periode sebelumnya.

Baca juga: Industri BPD Didorong Adopsi Agentic AI untuk Akselerasi Transformasi Digital

Adapun dari sisi penghimpunan dana masyarakat, BPD ini berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp22,11 triliun, atau meningkat 15,70 persen secara tahunan.

Semua pos DPK kompak mengalami kenaikan. Giro tumbuh 76,64 persen menjadi Rp4,80 triliun. Lalu tabungan naik 2,62 persen menjadi Rp7,04 triliun. Sementara depositio meningkat 7,76 persen menjadi Rp10,27 triliun.

Meski begitu, dari sisi likuiditas, kenaikan DPK yang solid nyatanya belum bisa menekan loan to deposit ratio (LDR) bank ini ke bawah 100 persen. Di akhir 2025, LDR Bank Sulselbar tercatat masih 106,51 persen. Membaik dibandingkan 116,24 persen di akhir 2024, tapi likuiditasnya terbilang ketat. Walaupun dari sisi rasio kecukupan modal (CAR) terbilang mumpuni, di posisi 29,23 persen.

Dari sisi pendapatan bisnis, Bank Sulselbar mengantongi pendapatan bunga sebesar Rp2,69 triliun, atau naik 3,07 persen dibandingkan Rp2,61 triliun di tahun sebelumnya.

Di sisi lain, beban bunga naik 2,94 persen menjadi Rp1,05 triliun. Pendapatan bunga bersih bank ini pun masih tumbuh 3,14 persen, atau menjadi Rp1,64 triliun.

Baca juga: Ditopang Faktor Ini, Laba Bank BPD DIY Naik 7,45 Persen Jadi Rp340,98 M di 2025

Namun, sejumlah pos beban operasional tercatat mengalami kenaikan. Itu pula yang menjadi salah satu faktor yang menggerus laba operasional dari Rp791,96 miliar menjadi Rp755,18 miliar. Pada akhirnya berimbas pada raihan laba bersih yang merosot hampir 20 persen secara tahunan, menjadi Rp571,28 miliar.

Kenaikan beban yang lebih besar dibandingkan pendapatan juga terefleksi dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang naik dari 74,69 persen menjadi 76,55 persen. Sebenarnya rasio BOPO ini masih terbilang sangat baik.

Bank Sulselbar menutup 2025 dengan total aset sebesar Rp33,26 triliun, atau naik 2,31 persen secara tahunan. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Presiden Prabowo Kunjungan Kenegaraan ke Jepang, Bahas Investasi hingga Energi

Poin Penting Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang untuk memperkuat hubungan bilateral. Pertemuan dengan… Read More

2 hours ago

Transaksi SPKLU PLN Pecah Rekor, Tembus 18.088 Kali saat Musim Mudik Lebaran 2026

Poin Penting Transaksi SPKLU PLN mencetak rekor 18.088 kali pada H+2 Idul Fitri 1447 H,… Read More

4 hours ago

Indeks Infobank15 Turun Tipis, Pergerakan Saham Bank Masih Variatif

Poin Penting IHSG turun 0,94% dan seluruh indeks utama kompak melemah. Indeks INFOBANK15 terkoreksi 1,87%… Read More

5 hours ago

Berikut 5 Saham Pemicu Melemahnya IHSG Sepekan

Poin Penting IHSG turun 0,14% dan kapitalisasi pasar BEI melemah ke Rp12.516 triliun. BBNI, EMAS,… Read More

5 hours ago

IHSG Pekan Ini Ditutup Turun 0,14 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.516 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,14% ke level 7.097,05 sepanjang pekan 25-27 Maret 2026. Kapitalisasi pasar… Read More

5 hours ago

Transaksi Qlola by BRI Tembus Rp2.141 Triliun hingga Februari 2026

Poin Penting Qlola by BRI mencatat volume transaksi Rp2.141,37 triliun hingga Februari 2026, dengan pengguna… Read More

8 hours ago