Ilustrasi gedung Permata Bank
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) membukukan laba bersih senilai Rp2,9 triliun di kuartal III 2025, tumbuh 3,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Adapun laba bersih sebelum pencadangan (PPOP) meningkat 4,9 persen yoy menjadi Rp5,0 triliun hingga September 2025.
Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengatakan, capaian impresif tersebut menjadi landasan penting bagi perjalanan Bank menuju fase pertumbuhan selanjutnya.
“Dengan fundamental yang kuat, dukungan penuh dari Bangkok Bank, serta kepercayaan nasabah yang terus meningkat, mendorong kami untuk memperkuat fondasi bisnis yang sehat, memperdalam hubungan dengan nasabah, dan memperkuat posisi sebagai Bank pilihan utama di setiap segmen,” ujar Meliza, dikutip Selasa, 29 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, Permata Bank juga penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan aktivitas bisnis, khususnya dalam penyaluran kredit.
Hingga sembilan bulan pertama di 2025, penyaluran kredit kepada nasabah tumbuh 5,4 persen yoy menjadi Rp158,9 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Baca juga : Laba Clipan Finance Turun 15,56 Persen Jadi Rp135,65 Miliar di Q3 2025
Pertumbuhan ini, kata Meliza, didorong oleh pertumbuhan dari segmen korporasi yang naik 8,2 persen yoy menjadi Rp93,9 triliun, serta segmen komersial yang tumbuh 10,4 persen yoy menjadi Rp20,9 triliun.
Selain itu, kualitas kredit tetap terjaga baik dan sehat dengan NPL Gross dan Loan at Risk (LAR) masing-masing pada level 2,1 persen dan 7,0 persen, dibandingkan dengan 2,1 persen dan 8,0 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Bank Permata membentuk NPL Coverage dan LAR Coverage Ratios yang memadai untuk menjamin kebutuhan cadangan atas potensi penurunan kredit secara konservatif, masing-masing di level 351 persen dan 107 persen.
Selain itu optimalisasi struktur neraca secara konsisten dilakukan untuk menjaga tingkat likuiditas di level yang memadai. Rasio Loan-to-Deposit (LDR) tercatat sebesar 80,9 persen pada kuartal III tahun 2025.
Total aset bank tumbuh sebesar 5,7 persen yoy menjadi Rp269,3 triliun pada posisi September 2025 dibandingkan dengan posisi yang sama tahun 2024.
Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah meningkat 6,9 persen yoy menjadi Rp195,9 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 17,3 persen.
Rasio CASA Bank pun tercatat naik menjadi 60,5 persen, dibandingkan 55,1 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Bank Jago (ARTO) Kantongi Laba Rp199 M per Kuartal III 2025, Melesat 132 Persen
Kinerja keuangan yang solid juga datang dari Permata Bank Syariah. Di mana, laba operasional sebelum provisi sebesar Rp598,6 miliar, tumbuh 12,0 persen yoy.
Pertumbuhan ini didukung dengan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang tumbuh mencapai 9,4 persen yoy dan konsistensi pengendalian biaya dengan baik.
Pada sisi pendanaan, simpanan nasabah mencapai Rp26,9 triliun, didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 15,1 persen yoy. Hal ini menghantarkan rasio CASA UUS Permata Bank meningkat menjadi 66,1 persen, di atas rata-rata industri perbankan syariah Indonesia.
UUS Permata Bank tetap fokus pada peningkatan pendanaan dana pihak ketiga, khususnya pendanaan murah yang stabil dengan terus mengembangkan jaringan komunitas syariah di industri perbankan Indonesia. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More