Perbankan

Laba Bank Mega Amblas 25,05 Persen jadi Rp2,63 Triliun pada 2024

Jakarta – PT Bank Mega Tbk berhasil mencetak laba bersih Rp2,63 triliun di sepanjang 2024. Raihan laba ini amblas 25,05 persen secara tahunan atau year on year (yoy), ketimbang tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,51 triliun.

Mengutip laporan keuangan perseroan, 12 Februari 2025, sepanjang 2024, amblasnya laba bank milik konglomerat Chairul Tanjung ini disebabkan merosotnya sejumlah pos kinerja keuangan.

Pos pendapatan bunga bersih, misalnya. Profitabiltas dari pos ini terkoreksi 7,81 persen dari Rp5,53 triliun menjadi Rp5,09 triliun. Penurunan ini tak lepas dari beban bunga yang naik 10,76 persen menjadi Rp5,18 triliun.

Dari sisi beban operasional Bank Mega juga mengalami pembengkakan. Bank Mega mencatat beban operasional Rp3,68 triliun atau naik 5,62 persen yoy.

Baca juga: BTN Kantongi Laba Rp3 Triliun di 2024, Total Aset Tembus Rp469,61 Triliun

Sepanjang 2024, Bank Mega mampu menyalurkan kredit sebesar Rp64,64 triliun. Realisasi kredit juga ini turun 2,48 persen ketimbang tahun sebelumnya yang tercatat Rp66,29 triliun.

Pertumbuhan kinerja keuangan baru terlihat dari sisi funding. Dana pihak ketiga (DPK) yang dimiliki Bank Mega tumbuh 2,49 persen menjadi Rp91,66 triliun.

Pertumbuhan DPK tersebut didorong oleh peningkatan tabungan yang naik 9,73 persen menjadi Rp17,18 triliun dan giro juga tercatat tumbuh 2,53 persen menjadi Rp10,38 triliun.

Baca juga: BRI Cetak Laba Rp60,64 Triliun pada 2024

Secara keseluruhan, dana murah (giro dan tabungan) Bank Mega tumbuh 5,42 persen secara tahunan. Meski demikian, porsi dana murah dari rasio total DPK per Desember 2024 hanya sebesar 29,65 persen, sisanya berasal dari dana mahal atau deposito.

Menutup 2024, total aset Bank Mega meningkat 2,17 persen menjadi Rp134,91 triliun pada 2024 ketimbang tahun sebelumnya yang sebear Rp 132,04 triliun. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

IHSG Kembali Merah, Ditutup Turun 0,26 Persen ke Level 6.971

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971,02. Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor… Read More

25 mins ago

Trump Sesumbar Hancurkan Iran dalam Semalam: Mungkin Selasa Malam

Poin Penting: Trump mengeklaim AS mampu menghancurkan Iran dalam satu malam dan menyebut kemungkinan beraksi… Read More

34 mins ago

Wacana Potong Gaji Menteri, Purbaya: Mungkin 25 Persen

Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More

47 mins ago

Ditopang Manufaktur, Laba BELL Naik 9 Persen jadi Rp12,57 Miliar di 2025

Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More

50 mins ago

Bank Aladin Syariah Cetak Rapor Biru di 2025, Laba Melonjak 304 Persen jadi Rp150,71 Miliar

Poin Penting Bank Aladin Syariah berbalik dari rugi Rp73,73 miliar (2024) menjadi laba Rp150,71 miliar… Read More

1 hour ago

Harga Plastik Naik, Anggota DPR Desak Pemerintah Lindungi UMKM

Poin Penting: Anggota DPR mendesak pemerintah segera intervensi pasar menyusul harga plastik naik yang membebani… Read More

1 hour ago