Perbankan

Laba Bank Mandiri Rp27,53 Triliun per Juli 2025

Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih tahun berjalan secara bank only Rp27,53 triliun hingga Juli 2025. Perolehan ini menurun 5,80 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp29,227 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan Bank Mandiri, kinerja keuangan bank berlogo pita emas tersebut masih stabil. Terlihat dari kredit yang diberikan Bank Mandiri sebesar Rp1.335,95 triliun, meningkat 9,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp1.215,87 triliun.

Adapun pertumbuhan kredit Bank Mandiri masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata kredit perbankan secara nasional sebesar 7,03 persen per Juli 2025.

Baca juga: Kredit Perbankan Melambat, Cuma Tumbuh 7,03 Persen di Juli 2025

Kredit itu mengalir ke kantong BMRI sebagai pendapatan bunga mencapai Rp70,194 triliun atau naik 11,49 persen yoy, dibandingkan Juli 2024 yang seilai Rp63,049 triliun. Namun, beban bunga meningkat sebesar 31,93 persen yoy menjadi Rp26,263 triliun dari Rp19,908 triliun pada Juli 2024.

Sehingga, Bank Mandiri mengantongi pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) sebesar Rp43,931 triliun, hanya tumbuh tipis 1,83 persen yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp43,141 triliun.

Kemudian, dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BMRI terkumpul Rp1.421,39 triliun sepanjang tujuh bulan pertama 2025. Komposisinya terdiri atas giro Rp602,10 triliun, tabungan Rp509,51 triliun, dan deposito Rp309,76 triliun. Total DPK ini tumbuh 9,73 persen yoy.

Baca juga: Bank Mandiri Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 8,75 Persen di Akhir 2025

Bank Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan total aset yang naik sebesar 10,92 persen yoy menjadi Rp1.940,464 triliun pada Juli 2025 dari Rp1.749,385 trilun pada Juli 2024. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

6 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

6 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

7 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

7 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

7 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

8 hours ago