Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat atau Bank Kalbar mencatatkan kinerja impresif di triwulan I 2025. Bank kebanggaan masyarakat Kalbar ini berhasil mencetak laba bersih Rp183,12 miliar, atau naik signifikan 111,5 persen year on year (yoy) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menunjukkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan manajemen dalam menjaga efisiensi dan memperluas basis pendapatan di tengah tantangan eksternal.
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi mengatakan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh insan Bank Kalbar serta dukungan para pemangku kepentingan.
Baca juga: Pangsa Pasar Bank Kalbar Terus Membesar, Labanya Naik di Atas Target
“Kami bersyukur atas kinerja positif ini. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bank Kalbar tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Rokidi dikutip 2 Mei 2025.
Di sisi lain, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, kata Rokidi, Bank Kalbar telah memberikan dividen atas laba tahun buku 2024 kepada Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota se-Kalbar sebesar Rp257,47 miliar, sebagai bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ini menandakan bahwa kehadiran Bank Kalbar tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga secara langsung memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik,” jelas Rokidi.
Baca juga: Bank Kalteng Beberkan Jurus Genjot DPK di Tengah Likuiditas yang Makin Ketat
Sebagai pengakuan atas kinerja dan tata kelola yang baik, pada akhir April 2025 Bank Kalbar juga berhasil meraih penghargaan TOP BUMD 2025 dengan predikat Golden Award Bintang 5, sebuah pencapaian tertinggi dalam ajang penghargaan yang bergengsi tersebut.
“Penghargaan ini menjadi bukti kepercayaan masyarakat dan lembaga terhadap kualitas layanan serta kontribusi Bank Kalbar dalam pembangunan daerah,” kata Rokidi.
Bank Kalbar berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja keuangan, memperkuat peran sebagai agen pembangunan daerah, serta memberikan layanan perbankan terbaik bagi masyarakat Kalbar. (*)
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More
Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More
Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More
Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More
Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More