Ilustrasi: Geding Bank Jambi. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jambi atau Bank Jambi mencatatkan kinerja positif di kuartal III 2025. Bank kebanggaan masayarakat Bumi Melayu ini membukukan laba bersih Rp272,14 miliar, tumbuh secara tahunan atau year on year (yoy) ketimbang tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp262,79 miliar.
Mengutip laporan keuangan perseroan yang telah dipublikasi 30 Oktober 2025, pertumbuhan laba bank yang dipimpin Hairul Suhairi sebagai direktur utama ini ditopang pendapatan bunga yang tumbuh 2,30 persen menjadi Rp1,32 triliun per September 2025. Di sisi lain, perseroan mampu menekan beban bunga sebesar 2,31 persen dari Rp737,12 miliar menjadi Rp720,03 miliar.
Alhasil, pendapatan bunga bersih Bank Jambi terkerek naik 8,43 persen menjadi Rp602,87 miliar pada September 2025 ketimbang tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp555,99 miliar.
Baca juga: Naik Tipis 2,91 Persen, Bank Jateng Kantongi Laba Bersih Rp1,03 T pada September 2025
Raihan bunga bersih tersebut sejalan dengan realisasi kredit dan pembiayaan Bank Jambi. Per September 2025, kredit dan pembiayaan Bank Jambi mencapai Rp9,90 triliun atau naik tipis 2,20 persen dari tahun lalu.
Pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank Jambi tersebut diikuti dengan kenaikan non performing loan (NPL). NPL gross meningkat dari 2,05 persen menjadi 2,22 persen. Sementara NPL net naik dari 0,74 persen menjadi 0,81 persen. Meski demikian, kualitas kredit dapat dikatakan baik karena jauh di bawah ambang batas ketentuan regulator, yakni 5 persen.
Sementara dari sisi funding, dana pihak ketiga Bank Jambi mengalami pertumbuhan signifikan. Per September 2025, DPK menembus Rp10,84 triliun atau naik 19,28 persen, jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional 8,4 persen menurut data Bank Indonesia.
Seiring dengan kinerja intermediasi yang apik, aset Bank Jambi pun ikut terdongkrak. Hingga September 2025, total aset perseroan tumbuh 20,43 persen menjadi Rp15,15 triliun dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp12,58 triliun.
Baca juga: Ditopang Faktor Ini, Laba Bank Jatim Melonjak 23,66 Persen Jadi Rp1,15 T di Q3 2025
Namun, rasio profitabilitas Bank Jambi tercatat mengalami tekanan. Ini tercermin dari Return on Asset (ROA) yang turun dari 3,49 persen menjadi 3,34 persen. Pun demikian Return on Equity (ROE) juga turun dari 14,79 persen menjadi 12,83 persen.
Sementara rasio loan to deposit ratio (LDR) Bank Jambi turun dari 106,57 persen menjadi 91,36 persen. Penurunan LDR ini menunjukkan bahwa likuiditas Bank Jambi longgar untuk melakukan ekspansi kredit. Posisi LDR tesebut juga berada dalam rentang ideal yang ditentukan regulator, yakni 78-92 persen.(*)
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More