Perbankan

Laba Bank Jambi Tumbuh 3,55 Persen Jadi Rp272,14 Miliar di September 2025

Poin Penting

  • Bank Jambi membukukan laba bersih Rp272,14 miliar per September 2025, tumbuh 3,56 persen yoy, ditopang kenaikan pendapatan bunga 2,30 persen dan penurunan beban bunga 2,31 persen.
  • Dana pihak ketiga (DPK) melonjak 19,28 persen menjadi Rp10,84 triliun, mendorong total aset naik 20,43 persen menjadi Rp15,15 triliun.
  • LDR turun ke 91,36 persen dari 106,57 persen, menandakan ruang ekspansi kredit masih luas. Namun, ROA dan ROE turun masing-masing ke 3,34 persen dan 12,83 persen.

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jambi atau Bank Jambi mencatatkan kinerja positif di kuartal III 2025. Bank kebanggaan masayarakat Bumi Melayu ini membukukan laba bersih Rp272,14 miliar, tumbuh secara tahunan atau year on year (yoy) ketimbang tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp262,79 miliar.

Mengutip laporan keuangan perseroan yang telah dipublikasi 30 Oktober 2025, pertumbuhan laba bank yang dipimpin Hairul Suhairi sebagai direktur utama ini ditopang pendapatan bunga yang tumbuh 2,30 persen menjadi Rp1,32 triliun per September 2025. Di sisi lain, perseroan mampu menekan beban bunga sebesar 2,31 persen dari Rp737,12 miliar menjadi Rp720,03 miliar.

Alhasil, pendapatan bunga bersih Bank Jambi terkerek naik 8,43 persen menjadi Rp602,87 miliar pada September 2025 ketimbang tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp555,99 miliar.

Baca juga: Naik Tipis 2,91 Persen, Bank Jateng Kantongi Laba Bersih Rp1,03 T pada September 2025

Raihan bunga bersih tersebut sejalan dengan realisasi kredit dan pembiayaan Bank Jambi. Per September 2025, kredit dan pembiayaan Bank Jambi mencapai Rp9,90 triliun atau naik tipis 2,20 persen dari tahun lalu.

Pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank Jambi tersebut diikuti dengan kenaikan non performing loan (NPL). NPL gross meningkat dari 2,05 persen menjadi 2,22 persen. Sementara NPL net naik dari 0,74 persen menjadi 0,81 persen. Meski demikian, kualitas kredit dapat dikatakan baik karena jauh di bawah ambang batas ketentuan regulator, yakni 5 persen.

Sementara dari sisi funding, dana pihak ketiga Bank Jambi mengalami pertumbuhan signifikan. Per September 2025, DPK menembus Rp10,84 triliun atau naik 19,28 persen, jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional 8,4 persen menurut data Bank Indonesia.

Seiring dengan kinerja intermediasi yang apik, aset Bank Jambi pun ikut terdongkrak. Hingga September 2025, total aset perseroan tumbuh 20,43 persen menjadi Rp15,15 triliun dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp12,58 triliun.

Baca juga: Ditopang Faktor Ini, Laba Bank Jatim Melonjak 23,66 Persen Jadi Rp1,15 T di Q3 2025

Namun, rasio profitabilitas Bank Jambi tercatat mengalami tekanan. Ini tercermin dari Return on Asset (ROA) yang turun dari 3,49 persen menjadi 3,34 persen. Pun demikian Return on Equity (ROE) juga turun dari 14,79 persen menjadi 12,83 persen.

Sementara rasio loan to deposit ratio (LDR) Bank Jambi turun dari 106,57 persen menjadi 91,36 persen. Penurunan LDR ini menunjukkan bahwa likuiditas Bank Jambi longgar untuk melakukan ekspansi kredit. Posisi LDR tesebut juga berada dalam rentang ideal yang ditentukan regulator, yakni 78-92 persen.(*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

19 mins ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

32 mins ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

41 mins ago

Cara Amartha Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa

Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More

51 mins ago

CCTV Tol Bisa Dipantau Real-Time di Travoy, Jasa Marga Bantu Pemudik Pilih Rute Terbaik

Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More

58 mins ago

Prabowo Tegaskan Defisit APBN Tetap 3 Persen, Hanya Diubah Jika Terjadi Krisis Besar

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan batas defisit APBN 3 persen dari PDB tetap dipertahankan.… Read More

1 hour ago