Perbankan

Laba Bank Ganesha Terbang 94,02 Persen di 2024 jadi Rp201,71 Miliar, Top!

Jakarta – Bank Ganesha mencatatkan kinerja yang sangat mengesankan di 2024, secara rata-rata tumbuh di atas industri perbankan nasional. Di sisi profitabilias, laba bersih bank yang dipimpin Lenny Sugihat sebagai presiden direktur ini melonjak 94,02 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp201,71 miliar, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan laba industri perbankan yang sebesar 4,88 persen.

Mengutip laporan keuangan publikasi pada Jumat, 11 April 2025, lonjakan laba yang signifikan itu didorong oleh kenaikan pendapatan bunga dan pengelolaan beban bunga yang agresif, meskipun beban bunga tercatat meningkat tajam sebesar 76,25 persen menjadi Rp248,20 miliar, seiring dengan naiknya biaya dana dari pertumbuhan deposito.

Pendapatan bunga bank dengan kode saham BGTG ini naik 22,01 persen di 2024 menjadi Rp723,20 miliar, mencerminkan pertumbuhan bisnis kredit yang solid. Namun, lonjakan beban bunga menekan laju pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang hanya naik 5,11 persen menjadi Rp475,00 miliar. Meskipun begitu, bank ini tetap mampu menjaga net interest margin (NIM) pada level kompetitif sebesar 5,43 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang sebesar 4,62 persen.

Baca juga: Allo Bank Cetak Laba Bersih Rp467 Miliar di 2024

Lebih jauh, efisiensi operasional juga menjadi faktor utama pendorong kenaikan laba Bank Ganesha. Beban operasional lainnya justru menurun signifikan 32,30 persen menjadi Rp215,48 miliar. Imbasnya, rasio efisiensi BOPO (biaya operasional terhadap pendapatan operasional) turun tajam dari 79,36 persen menjadi 67,21 persen, jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri yang sebesar 81,30 persen. Penurunan BOPO ini mencerminkan peningkatan efisiensi yang kuat dalam menjalankan aktivitas operasional bank.

Di sisi intermediasi, Bank Ganesha juga menunjukkan performa unggul yang sangat kuat. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11,04 persen menjadi Rp6,65 triliun, lebih tinggi dari rata-rata industri yang sebesar 4,48 persen. Pertumbuhan DPK ini terutama ditopang oleh peningkatan tajam pada deposito berjangka yang melonjak 30,23 persen menjadi Rp4,57 triliun, meskipun dana murah (giro dan tabungan) mengalami kontraksi 16,04 persen. Konsekuensinya, rasio dana murah terhadap DPK turun dari 41,46 persen menjadi 31,35 persen, yang menunjukkan peningkatan beban dana yang ikut mendorong naiknya beban bunga.

Dari sisi penyaluran kredit, Bank Ganesha mencatatkan pertumbuhan pinjaman sebesar 15,78 persen menjadi Rp5,02 triliun, jauh melampaui pertumbuhan industri yang sebesar 10,52 persen. Hal ini menegaskan peran aktif bank dalam fungsi intermediasi di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

Loan to deposit ratio (LDR) naik menjadi 75,44 persen, mendekati batas ideal (78–92 persen), yang menandakan pengelolaan likuiditas masih cukup sehat. Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross turun menjadi 1,16 persen dan NPL net menjadi hanya 0,09 persen, jauh di bawah batas aman 5 persen. Hal ini menunjukkan manajemen risiko kredit yang baik dan kualitas debitur yang terjaga.

Sementara itu, total aset Bank Ganesha tumbuh 10,17 persen menjadi Rp10,36 triliun, hampir dua kali lipat dari pertumbuhan rata-rata industri yang sebesar 5,91 persen. Kenaikan aset ini mencerminkan ekspansi bisnis yang sehat dan pengelolaan neraca yang solid. Adapun modal inti bank meningkat 6,61 persen menjadi Rp3,31 triliun, dan capital adequacy ratio (CAR) yang masih sangat kuat di angka 72,55 persen, jauh di atas ketentuan minimum.

Baca juga: Pendapatan Bunga Moncer, Laba Bank Mayapada Tumbuh 15,70 Persen di 2024 jadi Rp25,57 Miliar

Secara keseluruhan, rasio profitabilitas mencerminkan kinerja yang semakin solid. Return on assets (ROA) naik dari 1,55 persen menjadi 2,76 persen, sedangkan return on equity (ROE) meningkat dari 3,45 persen menjadi 6,30 persen. Ini mencerminkan pemanfaatan aset dan modal yang lebih produktif dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan capaian kinerja di atas rata-rata industri pada hampir seluruh indikator utama, menurut Infobank Institute, Bank Ganesha menunjukkan bahwa strategi pertumbuhan yang dijalankan telah membuahkan hasil nyata. Momentum positif ini menjadi bekal penting bagi Bank Ganesha untuk terus terus tumbuh. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

5 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

6 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

7 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

12 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

13 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

13 hours ago