News Update

Laba Bank DP Taspen Melesat 54,31 Persen Jadi Rp34,78 Miliar di 2025

Poin Penting

  • Laba bersih Bank DP Taspen naik 54,31 persen yoy menjadi Rp34,78 miliar, ditopang pertumbuhan aset 24,23 persen menjadi Rp1,15 triliun.
  • Intermediasi solid: Kredit tumbuh 17,76 persen yoy menjadi Rp960,45 miliar dan DPK naik 23,06 persen yoy menjadi Rp991,71 miliar
  • Strategi 2026 agresif: Fokus ekspansi kredit segmen pensiunan, penguatan funding dan fee based income, serta pengembangan layanan digital yang menunggu izin regulator.

Jakarta – Di tengah tekanan ekonomi sepanjang 2025, Bank DP Taspen mencatatkan kinerja positif. Pertumbuhan aset, kredit, hingga laba bersih menunjukkan tren meningkat, sekaligus menjadi modal untuk memperkuat strategi digitalisasi dan inovasi produk pada tahun ini.

Hingga Desember 2025, laba bersih Bank DP Taspen tercatat sebesar Rp34,78 miliar atau naik 54,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi penyaluran kredit dan dana pihak ketiga (DPK) juga bertumbuh double digit. Realisasi kredit tumbuh 17,76 persen yoy menjadi Rp960,45 miliar dan DPK mencapai Rp991,71 miliar atau tumbuh 23,06 persen yoy.

Tak hanya kredit dan DPK, total aset perseroan tumbuh double digit 24,23 persen menjadi Rp1,15 triliun per Desember 2025.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Iwan Soeroto, Direktur Utama Bank DP Taspen dalam keterangan resminya dikutip 29 Maret 2026.

Baca juga: OJK Sebut Tren Konsolidasi BPR Berlanjut, 142 Bank Sudah Merger

Dalam struktur bisnisnya, kata Iwan, segmen pensiunan tetap menjadi unggulan dan penopang utama sepanjang 2025. Adapun kiat memperkuat segmen tersebut, Bank DP Taspen juga menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Koperasi di seluruh Indonesia.

Iwan menambahkan kerja sama dengan BPR dan Koperasi dilakukan melalui skema bipartit maupun tripartit untuk mengoptimalkan penyaluran kredit.

“Sehingga proses penyaluran kredit dapat berjalan lebih optimal dengan dukungan sistem pembayaran pensiun yang tersalurkan melalui Bank DP Taspen,” ujar pria yang memiliki hobi touring motoran tersebut.

Selain kredit, pertumbuhan bisnis juga didukung oleh produk-produk penghimpunan dana seperti Tabungan dan produk Deposito yang menarik dan mudah untuk prosesnya.

Strategi 2026

Memasuki 2026, persaingan industri perbankan diperkirakan semakin ketat. Untuk menghadapi kondisi tersebut, Bank DP Taspen menyiapkan sejumlah strategi bisnis.

Pertama, kata Iwan, peningkatan bisnis, dengan memperkuat penyaluran kredit pada segmen utama serta memperluas potensi kerja sama dengan berbagai mitra strategis.

Kedua, melakukan peningkatan bisnis dalam bidang funding Tabungan maupun deposito, kerjasama dengan mitra bisnis serta instansi terkait. Dan melakukan peningkatan fee base income melalui kerja sama BPR dan koperasi dengan skema Standing Instruction (Bantuan Potong).

“Beberapa inovasi pengembangan sistem dan Infrastruktur digital banking yang disiapkan pada 2026 diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi sekaligus memperluas akses layanan perbankan,” katanya

“Saat ini, beberapa layanan digital tersebut telah siap secara sistem dan operasiona Bank DP Taspen tengah menunggu proses perizinan dari regulator, yaitu OJK dan Bank Indonesia, sebelum layanan tersebut dapat diimplementasikan secara penuh kepada nasabah,” tambah Iwan.

Baca juga: Ekonom Ingatkan PR Besar Pimpinan Baru OJK, dari Pasar Modal hingga Risiko BPR

Meski tetap berfokus pada segmen pensiunan sebagai core business, Bank DP Taspen juga berupaya mendorong para pensiunan agar tetap produktif melalui pengembangan usaha.

Salah satunya dengan membangun ekosistem melalui tiga komunitas Dpentas (Bank DP Taspen), yaitu Dpentas Gemilang yang bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan bagi para pensiunan, Dpentas Fit yang berfokus pada kegiatan kesehatan seperti senam dan pemeriksaan kesehatan gratis, serta Dpentas Dinamis yang berfokus pada kegiatan sosial dan keagamaan bagi para pensiunan, termasuk wisata ke tempat-tempat ibadah.

“Melalui berbagai inisiatif tersebut, Bank DP Taspen berharap dapat terus memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus memberikan nilai tambah bagi para nasabah pensiunan,” pungkas Iwan. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Komisi XII Dorong Mitigasi Berlapis Hadapi Ancaman Krisis Energi Global

Poin Penting DPR mendorong mitigasi berlapis untuk menghadapi risiko krisis energi akibat konflik Timur Tengah.… Read More

13 mins ago

Bank Neo Commerce Cetak Laba Rp565,69 Miliar di 2025, Terbang 2.745 Persen

Poin Penting Bank Neo Commerce (BNC) mencatat laba bersih Rp565,69 miliar pada 2025, melonjak 2.745… Read More

28 mins ago

Inflasi Maret 2026 Diperkirakan Melandai di Level 0,62 Persen

Poin Penting Inflasi Maret 2026 diperkirakan melandai ke 0,62 persen (mom), turun dari 0,68 persen… Read More

31 mins ago

Pemerintah: Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi Tidak Naik

Poin Penting Pemerintah memastikan harga BBM subsidi dan non subsidi tidak mengalami kenaikan. Ketersediaan BBM… Read More

1 hour ago

RI-Jepang Perkuat Investasi, Kadin Target Lepas dari Middle Income Trap

Poin Penting Kadin mendorong Indonesia keluar dari middle income trap melalui penguatan investasi dan inovasi,… Read More

1 hour ago

Bank BJB Salurkan Rp700 Miliar untuk Bedah 35.000 Rumah di Jabar

Poin Penting Bank BJB menyalurkan dana BSPS sekitar Rp700 miliar pada 2026 untuk memperbaiki 35.000… Read More

2 hours ago