Ilustrasi: Gedung Bank CTBC Indonesia/istimewa
Jakarta – PT Bank CTBC Indonesia (Bank CTBC Indonesia) membukukan kinerja positif di sepanjang tahun 2023. Tercatat laba Bank CTBC Indonesia meningkat sebesar 306,9 persen secara tahunan (yoy) atau menjadi Rp169,31 miliar, dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp41,60 miliar.
Mengutip dari laporan keuangan Bank CTBC Indonesia, 28 Maret 2024, peningkatan laba tersebut salah satunya ditopang oleh pendapatan bunga bersih perseroan yang tercatat naik 14,9 persen yoy menjadi Rp864,03 miliar, yang pada tahun sebelumnya sebesar Rp751,96 miliar.
Beban operasional Bank CTBC Indonesia pun mencatatkan penurunan sebesar 6,8 persen menjadi Rp643,5 miliar dari Rp690,65 miliar. Penurunan yang paling terbesar dari beban kerugian penurunan nilai aset menjadi Rp131,55 miliar dari tahun sebelumnya Rp221,24 miliar.
Baca juga: Pendapatan Bunga Naik, Laba Bersih Bank Sinarmas Malah Anjlok 65,73 Persen
Adapun, rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Bank CTBC Indonesia masih tumbuh sebesar 3,42 persen, yang tahun sebelumnya 3,24 persen.
Dari fungsi intermediasi, sepanjang tahun 2023 Bank CTBC Indonesia mampu mendongkrak kredit sebesar 12 persen yoy menjadi sebesar Rp15,60 triliun.
Bank CTBC Indonesia juga mampu menjaga kualitas kredit. Ini tercermin dari NPL Nett menjadi 0,10 persen dari tahun sebelumnya yang berada di level 0,19 persen. Sedangkan NPL Gross turun jadi 2,14 persen dari 2,62 persen.
Baca juga: Bank Mizuho Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,36 Triliun di 2023, Naik Hampir 50 Persen
Sementara itu, Dana Pihak ketiga (DPK) Bank CTBC Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan Rp16,69 triliun atau tumbuh 14,25 persen. Dengan Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 93,48 persen, dibandingkan sebelumnya 95,35 persen.
Adapun, total nilai aset Bank CTBC Indonesia di tahun 2023 mencapai Rp22,86 triliun tumbuh 10,22 persen, dari sebelumnya sebesar Rp20,74 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More