Perbankan

Laba Bank BPD Bali Tumbuh 17,67 Persen Jadi Rp642,28 M di Semester I 2025

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali atau Bank BPD Bali membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2025. Mengacu kepada laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan perseroan pada Kamis, 10 Juli 2025, Bank BPD Bali berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 17,67 persen year on year (yoy) menjadi Rp642,28 miliar.

Fungsi intermediasi bank yang moncer menjadi salah satu pendorong kenaikan laba bersih Bank BPD Bali selama enam bulan pertama tahun 2025.

Dari sisi kredit, misalnya, bank yang dinahkodai I Nyoman Sudharma selaku direktur utama ini berhasil merealisasikan pinjaman Rp24,14 triliun atau tumbuh 9,73 persen (yoy) dari Rp22,00 triliun.

Penyaluran kredit tersebut juga terjaga kualitasnya. Ini tercemin dari rasio non-performing loan (NPL) gross di level 0,90 persen. Sedangkan NPL net di level 0,01 persen. Rasio NPL ini jauh dari ambang batas yang ditentukan regulator, yakni 5 persen.

Baca juga: Bank BPD Bali Tebar Dividen Tahun Buku 2024, Segini Nilainya

Sementara di tengah kondisi likuiditas yang makin ketat, Bank BPD Bali tetap menujukkan performa mesin pengumpulan dana masyarakat. Hingga Juni 2025, dana pihak ketiga (DPK) Bank BPD Bali sudah mencapai Rp33,74 triliun, meningkat 6,58 persen (yoy) dari angka di semester I 2024 yang sebesar Rp31,66 triliun.

Pertumbuhan DPK tersebut turut mendorong rasio current account saving account (CASA) atau dana murah bank terhadap total DPK yang kini mencapai 65,68 persen atau Rp22,16 triliun. Angka ini naik tipis 0,63 persen (yoy) dari 2024.

Bank BPD Bali juga mencatatkan peningkatan dari sejumlah pos penghasilan. Pendapatan bunga bersih dari bank yang kali pertama berdiri pada 1962 ini tumbuh 7,37 persen (yoy), dari Rp1,15 triliun menjadi Rp1,24 triliun.

Dari sisi efisiensi, Bank BPD Bali mampu memangkas beban operasional sebesar 11,33 persen (yoy), dari Rp547,70 miliar menjadi Rp485,62 miliar. Ini berdampak positif terhadap perolehan laba operasional sebesar Rp753,73 miliar.

Baca juga: OJK Dorong Lebih Banyak BPD Melantai di Bursa

Sedangkan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat turun dari level 65,95 persen di Juni 2024 menjadi 61,38 persen pada Juni 2025. Artinya, semakin turun rasio BOPO menunjukkan semakin efisiennya perbankan dalam menjalankan bisnisnya.

Rasio keuangan lainnya, return of asset (ROA) dan return of equity (ROE) yang mencerminkan rentabilitas, masing-masing berada di level 3,89 persen dan 28,09 persen.

Menutup semester I 2025, total aset Bank BPD Bali tercatat tumbuh 8,85 persen menjadi Rp40,41 triliun. Sebagai pembanding, pada Juni 2024 total aset bank kebanggaan masyarakat Bali ini berada di posisi Rp37,12 triliun. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Recent Posts

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

7 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

7 hours ago

BSI Gandeng Kadin Dorong UMKM Naik Kelas

Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More

7 hours ago

Bos Danantara Bantah Isu Perombakan Direksi Himbara

Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More

13 hours ago

Purbaya Yakin IHSG Senin Pekan Depan Dibuka Tanpa Gejolak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More

13 hours ago

OJK–BEI Siap Berunding dengan MSCI Senin (2/2), Transparansi Free Float Jadi Fokus

Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More

13 hours ago