Laba Autopedia Sukses Lestari Terbang 117 Persen di Kuartal III 2024

Jakarta – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), emiten perdagangan otomotif omnichannel mencatatkan kinerja yang positif hingga kuartal III 2024 yang dibuktikan melalui pertumbuhan laba bersih 177 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Berdasarkan pertumbuhan tersebut, ASLC menghasilkan kenaikan laba bersih hampir tiga kali lipat dari Rp16,15 miliar periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp44,67 miliar hingga September 2024.

Laba bersih ASLC tersebut didukung oleh total pendapatan pada periode September 2024 yang mengalami kenaikan 36 persen menjadi Rp618,18 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang senilai Rp453,50 miliar.

Baca juga: Tumbuh 12,1 Persen, Pendapatan Cinema XXI jadi Rp4,3 Triliun di Kuartal III 2024

Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra, mengatakan kinerja positif dari sisi pendapatan hingga laba bersih tersebut didukung oleh seluruh segmen bisnis ASLC, antara lain penjualan ritel mobil bekas (Caroline.id), bisnis lelang (JBA), dan bisnis gadai (MotoGadai).

“Pertumbuhan positif pada semua segmen bisnis tersebut menunjukkan betapa solidnya kinerja ASLC secara keseluruhan, kita berharap bisnis perseroan ini akan terus tumbuh secara berkesinambungan,” ucap Jany dalam keterangan resmi di Jakarta, 29 Oktober 2024.

Secara rinci, untuk Balai Lelang JBA mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 43 persen atau tercatat sebesar Rp201,40 miliar atau mengalami lonjakan dari kuartal III 2023 yang sebesar Rp140,57 miliar.

Sementara, dari sisi unit bisnis ritel mobil bekas perseroan yang menggunakan bendera Caroline.id mencatatkan pendapatan sebesar Rp416,76 miliar atau naik 32 persen dari pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp315,07 miliar.

Sedangkan, untuk unit bisnis MotoGadai yang merupakan usaha rintisan ASLC di bisnis gadai telah mencatatkan pendapatan Rp2,38 miliar, melonjak 42 kali lipat dari pendapatan kuartal III 2023 yang hanya tercatat Rp57 juta.

Jany menambahkan bahwa, dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi yang membuat daya beli masyarakat berkurang, telah memicu banyak anggota masyarakat mengalihkan rencana pembelian mobil baru ke mobil bekas.

Baca juga: Genjot Penjualan Sepeda dan Motor Listrik, BIKE Optimalkan 620 Jaringan Dealer

Di sisi lain, perseroan melihat bahwa turunnya suku bunga Bank Indonesia (BI) menjadi 6 persen dan sentimen positif dengan bergulirnya pemerintahan baru akan mampu memberi dorongan positif terhadap pergerakan pasar otomotif Indonesia, khususnya peningkatan permintaan pembelian kendaraan bekas.

“Raihan keberhasilan perseroan dalam menjaga pertumbuhan kinerja didukung prospek industri serta daya beli masyarakat terhadap pembelian kendaraan bekas semakin meningkatkan optimisme ASLC untuk mengejar target pertumbuhan double digit pada pendapatan dan laba hingga akhir tahun 2024,” tambah Jany. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Bank Mandiri Bukukan Laba Rp56,3 Triliun pada 2025

Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More

6 mins ago

DPLK Avrist Catat Aset Kelolaan Rp1,32 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More

46 mins ago

Mantan Menlu Buka-bukaan Soal Sikap Prabowo di Board of Peace

Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More

1 hour ago

Debt Collector dan Bahaya Jual Beli STNK Only: Menteri Kominfo Didorong Larang Iklan Kendaraan Ilegal di Media Sosial

Poin Penting Debt collector berperan vital menjaga stabilitas pembiayaan dengan mencegah kredit macet, menjaga nilai… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah ke 8.141, Mayoritas Sektor Terkoreksi

Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More

3 hours ago

Bank KBMI 3 di Antara Goliath dan David, Jalan Tengah yang Paling Diuji

Poin Penting Bank KBMI 3 berada di tengah tekanan bank raksasa KBMI 4 dan bank… Read More

3 hours ago