Ilustrasi: Astra Otoparts. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) telah melaporkan kinerja keuangannya sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp2,20 triliun atau tumbuh 8,43 persen dari tahun sebelumnya Rp2,03 triliun.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), selain laba bersih Perseroan juga mencatatkan kenaikan pada pendapatan bersih yang naik sebanyak 4,37 persen menjadi Rp19,90 triliun dari tahun lalu Rp19,07 triliun.
Presiden Direktur Astra Otoparts, Hamdhani Dzulkarnaen Salim, menyampaikan pertumbuhan tersebut ditopang penetrasi pasar, penambahan portofolio produk, serta peningkatan kinerja operasional secara berkelanjutan.
“Ketangguhan ini menjadi landasan bagi Perseroan untuk terus bertumbuh, tecermin dari kenaikan pendapatan dan laba bersih yang mencetak rekor baru dalam empat tahun berturut-turut dan tertinggi sepanjang sejarah Perseroan. Capaian tersebut menegaskan kekuatan fundamental Perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Hamdhani dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.
Baca juga: Astra Otoparts Bukukan Laba Bersih Rp939 Miliar di Semester I 2025
Sepanjang 2025, pendapatan bersih mayoritas berasal dari penjualan barang sebesar Rp19,83 triliun dan pendapatan jasa Rp76,27 miliar.
Sementara itu, jika dirinci dari sisi pelanggan, pendapatan bersih AUTO pada 2025 mayoritas masih berasal dari pelanggan pihak ketiga lokal yang senilai Rp11,17 triliun dan untuk ekspor sebesar Rp1,81 triliun.
Sementara itu, pendapatan dari pihak berelasi mencapai Rp6,92 triliun. Kontributor terbesar berasal dari PT Astra Honda Motor sebesar Rp4,46 triliun atau sekitar 22,43 persen dari total pendapatan 2025.
Meski demikian, AUTO juga mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 3,33 persen menjadi Rp16,54 triliun dari tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp16,00 triliun. Beban itu terbanyak berasal dari pembelian bahan baku yang digunakan Rp7,47 triliun.
Lalu dari sisi total aset AUTO pada 2025 tercatat sebanyak Rp22,61 triliun naik dari tahun sebelumnya Rp21,03 triliun. Total aset per 2025 itu terdiri dari jumlah ekuitas senilai Rp16,96 triliun dan jumlah liabilitas Rp5,65 triliun.
Baca juga: Perkuat Kanal Bancassurance, Astra Life dan Permata Bank Luncurkan Produk Dwiguna
Adapun menjelang penutupan perdagangan sesi I, Selasa (24/2), saham AUTO melemah 0,36 persen ke level Rp2.740 per saham, setelah sebelumnya sempat menguat ke Rp2.780 per saham. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More