Penjualan Agung Podomoro Land Merosot 36,5%
Jakarta – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) catat kinerja positif di sepanjang tahun 2017, dengan berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp1,36 triliun.
Corporate Secretary APLN, Justini Omas mengungkapkan, jumlah tersebut meningkat 108,3 persen jika dibandingkan dengan perolehan laba di 2016 sebesar Rp653,1 miliar.
Perolehan itu didorong oleh perolehan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp7,04 triliun atau meningkat sebesar 17,2 persen dari tahun sebelumnya Rp6 tiliun.
“Penjualan tumbuh 22,4 persen dari Rp4,36 triliun menjadi Rp5,34 triliun dan sewa lain-lain atau pendapatan berulang naik 3,5 persen dari Rp1,63 triliun yang dibukukan pada 2016 menjadi Rp1,69 triliun di 2017,” jelas Justini, dalam laporan keuangan yang dipublikasi perusahaan Senin, 2 April 2018.
Disisilain beban pokok penjualan dan beban langsung naik 21,4 persen dari Rp2,98 triliun di 2016, menjadi Rp3,62 triliun di 2017. Sehingga laba kotor masih bisa dipertahankan sebesar Rp3,42 triliun pada akhir tahun lalu.
Sementara itu terkait marketing sales atau penjualan pemasaran berhasil diperoleh perusahaan tahun 2017 sebesar Rp3,16 triliun atau meningkat 15,8 persen dari tahun 2016 Rp2,72 triliun.
Sekedar informasi, APLN saat ini memiliki 42 anak usaha, 11 entitas dengan kepemilikan tidak langsung melalui anak usaha, serta 3 entitas asosiasi di bidang properti di Jakarta,Karawang, Bandung, Bali, Balikpapan, Batam, Makassar dan Medan.
Dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir, Agung Podomoro telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek properti, mayoritas ditujukan kepada segmen masyarakat kelas menengah, dengan kisaran proyek mulai dari low cost apartment hingga high end apartment di bilangan Jakarta Selatan, high end dan neighbourhood mall, shop houses, hotel dan office tower. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More