News Update

Kursi Dubes RI di AS Kosong Nyaris 2 Tahun, DPR Minta Segera Diisi

Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta pihak pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto untuk segera menunjuk duta besar (Dubes) baru Indonesia untuk Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, hal ini perlu segera dilakukan mengingat posisi tersebut telah kosong selama hampir dua tahun. Selain AS, sejumlah posisi Dubes Indonesia lainnya hingga saat ini juga masih belum terisi.

Oleh karena itu, Dave mendesak pemerintah untuk segara mencari figur yang layak ditugaskan sebagai Dubes, lalu mengusulkan nama-namanya ke DPR RI.

“Ada sejumlah posisi Dubes yang harus diisi atau diganti. Jadi semua itu telah berproses. Nanti pemerintah yang akan mengirim ke DPR untuk kita lakukan fit and proper test,” kata Dave dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa, 8 April 2025.

Baca juga: Prabowo Terima Surat Kepercayaan 7 Dubes Negara Sahabat, dari Eropa-Asia Tengah

Sebagai informasi, kekosongan posisi Dubes Indonesia untuk AS menjadi sorotan, apalagi di tengah dinamika hubungan dagang yang dipicu kebijakan tarif impor oleh Presiden AS, Donald Trump.

Posisi Dubes di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC telah kosong sejak 17 Juli 2023, usai Rosan Roeslani menyelesaikan masa tugasnya. Rosan saat itu ditunjuk sebagai Wakil Menteri BUMN oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Sejak Rosan meninggalkan pos tersebut, Presiden Jokowi belum menunjuk penggantinya hingga masa jabatannya berakhir. Presiden Prabowo Subianto, yang dilantik pada 20 Oktober 2024, juga belum menunjuk nama yang akan mengisi kursi Dubes Indonesia untuk AS di Washington DC.

INDEF: Kekosongan Dubes AS Bukan Sekadar Kelalaian

Kritik juga datang dari Kepala Pusat Industri, Perdagangan dan Investasi INDEF, Andry Satrio Nugroho, terkait lamanya kekosongan posisi strategis tersebut.

“Sudah hampir dua tahun kita tidak punya wakil di Washington, padahal AS mitra dagang kedua terbesar kita. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi pengabaian terhadap kepentingan nasional,” kata Andry.

Ia menekankan pentingnya penempatan sosok yang tepat untuk posisi tersebut. “Kita butuh sosok yang paham diplomasi ekonomi dan berpengalaman dalam lobi dagang. Ini bukan posisi simbolik—ini garis depan pertahanan perdagangan Indonesia,” tegasnya.

Baca juga: Dubes Korsel Komit Dukung Indonesia Jadi Negara Besar di Tahun 2045

Andry pun mendesak Presiden Prabowo untuk segera menunjuk duta besar yang memiliki rekam jejak kuat di bidang perdagangan dan investasi.

“Setiap hari tanpa perwakilan di AS adalah hari di mana posisi tawar kita melemah. Kita kehilangan momentum, kehilangan peluang, dan kehilangan kendali,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Demutualisasi Bursa dan Krisis Akuntabilitas Hukum

Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More

37 mins ago

IHSG Kembali Dibuka Melemah 0,56 Persen ke Level 7.878

Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,56 persen ke level 7.878,22 pada awal perdagangan (3/2), dengan… Read More

1 hour ago

Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BBCA, Rogoh Kocek Segini

Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More

1 hour ago

IHSG Hari Ini Masih Rawan Terkoreksi, Cermati 4 Saham Rekomendasi Analis

Poin Penting Secara teknikal, IHSG berpotensi terkoreksi di area 7.835–7.680 sebelum membentuk wave (b), dengan… Read More

2 hours ago

Milad 5, BSI Gaungkan Langkah EMAS Generasi EMAS

Kampanye sekaligus sebagai sosialisasi positioning BSI sebagai bank emas pertama di Indonesia dan mengajak masyarakat… Read More

3 hours ago

Pengguna Jago Terhubung Bibit-Stockbit Tembus 3 Juta, Investasi Naik 80 Persen

Poin Penting Pengguna Aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit tembus 3 juta per Januari 2026, tumbuh 38%… Read More

11 hours ago