Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah 0,14 persen ke level Rp17.977 per dolar AS.
- Pasar merespons negatif defisit neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026.
- Sentimen geopolitik AS-Iran masih membebani pergerakan nilai tukar.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Kamis (2/7). Rupiah dibuka di level Rp17.977 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,14 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.952 per dolar AS.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, ketidakpastian negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih menimbulkan premi risiko geopolitik di pasar. Meski produksi minyak mentah AS mencapai rekor tertinggi dan menambah pasokan global, kekhawatiran terhadap risiko geopolitik tetap bertahan.
Selain itu, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada perkembangan di Doha setelah Iran menolak pembicaraan langsung dengan utusan senior AS. Iran menegaskan pembahasan hanya akan dilakukan melalui mediator di tingkat teknis.
Baca juga: Menyambut Perang Bunga di Tengah Anjloknya Rupiah dan Dahaga Likuiditas
“Pergeseran ini mengaburkan prospek kesepakatan cepat untuk mengubah gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua minggu menjadi kesepakatan perdamaian yang langgeng,” ujar Ibrahim, Kamis, 2 Juli 2026.
Di domestik, Ibrahim menilai pasar merespons negatif rilis data neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 yang mencatat defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS.
Defisit tersebut terjadi karena nilai impor mencapai 24,81 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan ekspor sebesar USD23,20 miliar. Ini merupakan defisit neraca perdagangan pertama setelah Indonesia membukukan surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Baca juga: Rupiah Terus Tertekan, Ini Sentimen Pemicunya
Dengan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.010 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.950 hingga Rp18.010 per dolar AS hari ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


