Poin Penting
Jakarta – Bank Indonesia (BI) akan memperluas instrumen operasi moneter valuta asing melalui instrumen spot dan swap dalam valuta Chinese Yuan (CNY) dan Japanese Yen (JPY) terhadap rupiah. Kebijakan ini terintegrasi dengan pengembangan pasar uang dan pasar valuta asing (valas).
Gubernur BI, Perry Warjiyo menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan memperkuat strategi operasi moneter pro-market guna mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah dan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter.
“Memperluas instrumen operasi moneter valuta asing dengan instrumen spot dan swap dalam valuta Chinese Yuan (CNY) dan Japanese Yen (JPY) terhadap rupiah,” kata Perry dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu 19 November 2025.
Baca juga: Rupiah Melemah 0,69 Persen! BI Langsung Bergerak, Simak Langkah Stabilitasnya
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti menambahkan, perluasan instrumen tersebut diharapkan memperkuat pasar valas dalam Yuan atau Renminbi maupun Yen di dalam negeri. Selama ini, kata Destry, Indonesia kesulitan mendapatkan Yuan di pasar domestik.
Langkah tersebut akan dimulai melalui transaksi melalui Local Currency Transaction (LCT) dengan China yang terus meningkat, mencapai USD1 miliar dalam satu bulan.
Baca juga: Rupiah Ambles Rp16.000, Airlangga: Masih Lebih Baik dari Ringgit dan Yuan
“Inilah salah satu yang kami coba perbaiki, di mana kita membuka instrumen untuk operasi moneter dan juga untuk di pasar nantinya, yaitu untuk Indonesia-renminbi atau renminbi-rupiah. Ini contohnya sehingga akan mengurangi tentunya tekanan ke dolar, karena selama ini mereka beli dolar dulu, habis itu baru di-convert ke renminbi,” jelas Destry.
Adapun, LCT hingga Oktober 2025 naik 1,6 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan jumlah pesertanya mencapai 15.473. Angka ini naik signifikan dari 5.053 peserta pada 2024. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More
Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More
Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More
Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More
Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More
Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More