News Update

KUR BNI Topang Asa Petani Tambak Bandeng Karawang

Karawang — Saat ini usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) telah berkembang menjadi unsur yang sangat penting dalam mendorong perekonomian nasional, salah satunya di bidang perikanan. 

Konsumsi rata-rata ikan per kapita selalu mengalami peningkatan dan menunjukan besarnya potensi  usaha budidaya ikan di Indonesia. Total produksi mengalami peningkatan paling signifikan pada tahun 2014 adalah budidaya ikan bandeng yang mencapai 631.125 ton dari total keseluruhan produksi atau meningkat sebesar 14,74%, hal ini menjadikan Indonesia berada di posisi pertama penghasil bandeng terbesar di dunia dengan share 52,4% mengalahkan Philipina dengan share sebesar 41,8%.

Sebaran produksi ikan bandeng ini terdapat di seluruh provinsi di Indonesia dan utamanya lebih banyak diproduksi di Pulau Jawa dan Banten, Karawang merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat dengan total produksi ikan secara keseluruhan pada tahun 2015 sebesar 2.128.286 ton sedangkan pada tahun 2019 sebesar 2.866.623 ton, mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 34,69% dari tahun 2015. Terdapat 9 Kecamatan yang menerapkan budidaya tambak salah satunya adalah Tirtajaya yang telah direasmikan sejak tanggal 5 Juni 2012 menjadi ‘Kampoeng BNI Bandeng Karawang’.

Potensi budidaya ikan bandeng Karawang saat ini berada di 2 Kecamatan, yaitu Kecamatan Tirtajaya dan Kecamatan Cibuaya dengan area tambak potensial sebanyak >6.000 ha dengan jumlah petani sebanyak >300 orang, dengan jumlah per 3 ha lahan tambak dapat menghasilkan minilmal 2,5 ton ikan bandeng dengan harga jual antara 18.000-27.000 per kg.

Dengan potensi tersebut, petani ikan bandeng diharapkan dapat meningkatkan usahanya sehingga memberikan nilai tambah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan hidup dan mendorong perekonomian. Salah satunya dengan memanfaatkan BNI Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah disalurkan oleh BNI Kantor Cabang Karawang kepada Petani Bandeng sebesar Rp4,025 miliar sampai dengan Bulan Agustus 2020, hal ini diharapkan dapat mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah di daerah tersebut.

BNI KUR merupakan fasilitas kredit sebagai tambahan modal usaha produktif dengan fasilitas kredit maksimal Rp500.000.000, bunga 6% per tahun dalam jangka waktu mulai dari 1  hingga 5 tahun.

Dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/8/2020), perseroan menyebut bentuk kemitraan dan pemberdayaan yang dilakukan BNI kepada mitra binaannya tidak sekedar dalam bentuk fasilitas pembiayaan atau penyaluran pinjaman saja, namun ditambahkan capacity building agar petani dan para nelayan dapat memiliki keterampilan dan dapat menambah pengetahuan dalam menjalankan usahanya.

Sebagai bentuk corporate social responsibility (CSR) Kampoeng Bandeng Karawang, BNI juga memberikan bantuan sarana dan prasarana seperti penyedia Gedung Sebaguna, perbaikan tempat ibadah dan bantuan gerobak ikan dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan ikan yang berkualitas dan dapat meningkatkan harga jual dan pendapatan masyarakat. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Trump Sesumbar Hancurkan Iran dalam Semalam: Mungkin Selasa Malam

Poin Penting: Trump mengeklaim AS mampu menghancurkan Iran dalam satu malam dan menyebut kemungkinan beraksi… Read More

18 mins ago

Wacana Potong Gaji Menteri, Purbaya: Mungkin 25 Persen

Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More

31 mins ago

Ditopang Manufaktur, Laba BELL Naik 9 Persen jadi Rp12,57 Miliar di 2025

Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More

35 mins ago

Bank Aladin Syariah Cetak Rapor Biru di 2025, Laba Melonjak 304 Persen jadi Rp150,71 Miliar

Poin Penting Bank Aladin Syariah berbalik dari rugi Rp73,73 miliar (2024) menjadi laba Rp150,71 miliar… Read More

45 mins ago

Harga Plastik Naik, Anggota DPR Desak Pemerintah Lindungi UMKM

Poin Penting: Anggota DPR mendesak pemerintah segera intervensi pasar menyusul harga plastik naik yang membebani… Read More

49 mins ago

BGN Sebut 21.801 Motor untuk SPPG Belum Dibagikan, Ini Alasannya

Poin Penting: BGN telah merealisasikan pengadaan 21.801 motor untuk kepala SPPG, namun belum didistribusikan. Seluruh… Read More

1 hour ago