Nasional

Kunjungi Agrinas, Menkop Cek Pembangunan Jaringan Kopdes

Poin Penting

  • Menkop Ferry Juliantono meninjau progres pembangunan 83.000 gerai Kopdes/Kel Merah Putih bersama Agrinas Pangan Nusantara
  • Pemerintah menekankan verifikasi operasional, standar layanan, serta integrasi dengan Toko Rakyat Serba Ada (TORASERA) agar koperasi siap menjadi hub distribusi dan agregator kebutuhan pokok.
  • Dari 32.660 gerai yang dibangun, sekitar 2.700 sudah rampung; target >20.000 unit selesai April 2026.

Jakarta – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengunjungi kantor PT Agrinas Pangan Nusantara pada Senin (16/3), untuk meninjau perkembangan pembangunan jaringan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Program ini menjadi salah satu andalan pemerintah dalam memperkuat distribusi pangan sekaligus mendorong ekonomi kerakyatan.

Dalam pertemuan dengan Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, Ferry menyoroti progres pembangunan 83.000 gerai fisik Kopdes Merah Putih yang ditargetkan tersebar di berbagai daerah.

Ia mengatakan, pemerintah akan memperkuat koordinasi lintas lembaga untuk memastikan pembangunan fisik dan model bisnis koperasi berjalan seiring.

“Kita optimistis, setelah sebarannya jelas, kami akan intensifkan rapat bersama untuk memastikan implementasi berjalan baik,” ujarnya, Selasa, 17 Maret 2026.

Tekan Percepatan dan Validasi Operasional

Dalam kunjungan tersebut, Ferry mengapresiasi capaian pembangunan gerai yang dinilai menunjukkan kemajuan signifikan. Namun, ia menekankan pentingnya tahap verifikasi dan validasi sebelum koperasi beroperasi penuh.

Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini 4 Jenis Charging Station Kendaraan Listrik

Menurutnya, percepatan pembangunan fisik harus diimbangi dengan kesiapan sistem operasional agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Pemerintah juga menyoroti perlunya standar layanan yang seragam, terutama untuk unit usaha seperti klinik dan gerai obat yang menjadi bagian dari ekosistem koperasi.

Selain itu, integrasi Kopdes Merah Putih dengan Toko Rakyat Serba Ada (TORASERA) juga menjadi perhatian. Skema ini diharapkan dapat membentuk model bisnis koperasi sebagai hub distribusi sekaligus agregator produk kebutuhan pokok.

Ferry juga mendorong percepatan pembangunan di lokasi baru agar target progres signifikan dapat tercapai pada September 2026.

Tantangan Skala dan Tata Kelola

Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut saat ini pembangunan fisik telah mencapai 32.660 unit gerai, dengan sekitar 2.700 unit telah rampung sepenuhnya. Ia menargetkan lebih dari 20.000 gerai dapat selesai pada akhir April 2026.

Baca juga: Kemenkop Dorong Proyek Fiber Optik Jadi Penopang Internet Kopdes Merah Putih

“Kami terus berprogres dan mempercepat penyelesaian,” katanya.

Namun, skala proyek yang besar ini menyisakan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga konsistensi kualitas layanan dan tata kelola di ribuan titik yang tersebar secara nasional.

Untuk itu, Agrinas mengadopsi pendekatan manajemen modern yang terinspirasi dari praktik koperasi di Eropa dan Asia, dengan menekankan digitalisasi, transparansi, serta pengelolaan terpusat.

Seluruh gerai dirancang menggunakan sistem transaksi berbasis komputer, dilengkapi perangkat pemindai, serta fasilitas pendukung seperti CCTV, pendingin ruangan, hingga sistem keamanan.

“Meski bertransformasi menjadi ritel modern, prinsip koperasi seperti one man one vote tetap menjadi landasan,” tandasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Universal Banking di Depan Mata, OJK Soroti Tantangan Kesiapan IT Industri Perbankan

Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More

21 mins ago

IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan 4 Saham Ini

Poin Penting IHSG diproyeksikan masih rawan koreksi ke rentang 6.745–6.849, meski skenario terbaik berpeluang menguat… Read More

34 mins ago

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

10 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

10 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

10 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

10 hours ago