April 2018, Kunjungan Wisatawan Mancanegara Capai 1,17 Juta Jiwa
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Desember 2015 mencapai 913,8 ribu atau turun 0,16% jika dibandingkan jumlah kunjungan wisman Desember 2014 yang tercatat sebanyak 915,3 ribu kunjungan.
“Tapi jika dibandingkan dengan November 2015, jumlah kunjungan wisman Desember 2015 naik sebesar 17,46%,” ujar Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Senin, 1 Februari 2016.
Dia menjelaskan, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali pada Desember 2015 meningkat 6,65% jika dibandingkan dengan Desember 2014, yakni dari 341,1 ribu kunjungan menjadi 363,8 ribu kunjungan. Sementara jika dibandingkan November 2015, naik 38,75%.
Lebih lanjut dia menambahkan, untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Desember 2015 mencapai rata-rata 57,25% atau mengalami kenaikan sebesar 7,12 poin dibandingkan dengan TPK Desember 2014 yang tercatat sebesar 50,13%.
“Begitu pula, jika dibanding TPK November 2015, TPK hotel berbintang pada Desember 2015 naik 1,17 poin,” tukasnya.
Sedangkan rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Desember 2015, kata Suryamin, tercatat sebesar 1,83 hari, atau terjadi penurunan sebesar 0,08 poin jika dibandingkan keadaan Desember 2014. (*) Rezkiana Nisaputra
—-
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More