Ekonomi dan Bisnis

Kunci Pembangunan Nasional Lewat Penerapan Single ID

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerapan single Identity Number (ID) sebagai kunci pembangunan nasional. Saat ini, penerapan single ID di Indonesia baru di lakukan pada elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP).

Single ID berarti setiap warga negara memiliki satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang bersifat tunggal dan tidak berubah seumur hidup. Semua data dari NIK akan dintegrasikan dengan data administrasi penduduk lainnya seperti, SIM, Paspor, NPWP, BPJS dan data-data lainnya.

“Kelemahan Indonesia tidak punya single ID lebih luas. Sekarang baru berhasil bangun KTP elektronik. Di negara lain, sejak lahir social security number mereka sudah terprotek,” ujar Deputi Komisioner Pengawasan Terintegrasi OJK, Agus E Siregar, dalam Infobank Banking Forum bekerjasama dengan IBM, di Jakarta, Kamis, 8 Desember 2016.

Penerapan single ID sangat penting bagi penyusunan perencanaan pembangunan ke depan dan melengkapi data-data lain yang telah ada. Dengan data kependudukan ini, dapat membuat analisis detil sesuai kebutuhan perencanaan pembangunan, sehingga lebih berkualitas dan tepat sasaran.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, lewat penerapan single ID, maka semua data-data yang berkaitan dengan pribadi akan saling terintegrasi. Sehingga memudahkan pemerintah dan regulator untuk mendata penduduknya maupun para konsumen. Hal ini tak lain, seiring dengan perkembangan teknologi yang ada.

“Harus pastikan yang buka akun bener saya, bukan org lain atau orang yang tidak boleh buka. Secara teknologi bagaimana masalah ini bisa diatasi, yang paling mungkin adalah biometrik. Sekarang KTP reader (membaca) dengan finger print,” ucap Agus. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

3 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

4 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

4 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

4 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

4 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

5 hours ago