Jakarta – VeriSign, Inc., pemimpin global dalam bidang nama domain dan keamanan internet, mengumumkan jumlah nama domain internet pada kuartal kedua 2016 mengalami peningkatan sekitar 8,6 juta nama domain . Berdasarkan, data dari Ikhtisar Industri Nama Domain atau Domain Name Industry Brief (DNIB), hingga Juni 2016, terdapat sekitar 334,6 juta nama domain terdaftar dari seluruh domain tingkat atas atau top level domains (TLDs).
Peningkatan sekitar 7,9 juta nama domain secara global tersebut menandai pertumbuhan sebesar 2,4% dibandingkan kuartal pertama 2016. Sementara, jumlah registrasi domain secara global telah tumbuh sebanyak 38,2 juta atau 12,9% dari tahun ke tahun.
Domain tingkat atas atau TLD yang menggunakan .com dan .net mengalami pertumbuhan secara agregat pada kuartal kedua 2016, dimana jumlah keduanya mencapai sekitar 143,2 juta nama domain. Jumlah ini menandakan pertumbuhan sebesar 7,3% (year on year). Hingga Juni 2016, jumlah nama domain berbasis .com telah mencapai 127,5 juta nama,sedangkan jumlah domain .net mencapai 15,8 juta nama.
DNIB mencatat, terdapat total sekitar 8,6 juta nama domain berbasis .com dan .net baru selama kuartal kedua tahun 2016. Sedangkan pada kuartal kedua 2015, terdapat pertambahan nama domain berbasis .com dan .net baru sebesar 8,7 juta.
Selama kuartal kedua 2016, rata-rata permintaan harian Sistem Nama Domain atau Domain Name System (DNS) Verisign mencapai sekitar 130 milliar permintaan di seluruh TLD yang dioperasikan oleh Verisign, dengan angka tertinggi hampir mencapai 179 milliar. Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, rata-rata permintaan harian meningkat 4,9% dan peningkatan paling tinggi mencapai 5,0%. Setiap tahunnya, rata-rata permintaan harian meningkat 17,0% dengan angka peningkatan tertinggi mengalami penurunan sebesar 1,5%.
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More