Counter OCBC NISP; Ditopang IT mumpuni. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta – PT Bank OCBC NISP membukukan laba bersih di kuartal III 2019 sebesar Rp2,2 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan mencapai 9 persen bila dibandingkan dengan realisasi laba bersih diperiode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,03 triliun.
Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019 mengungkapkan, bahwa pertumbuhan laba bersih tersebut terutama didorong oleh peningkatan Pendapatan Non Bunga (non interest income).
Hingga kuartal III 2019, Bank OCBC NISP mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11 persen YoY, di mana komposisi dana murah (CASA) mencapai 38 persen dari total dana yang terhimpun dan deposito berkontribusi sebesar 62 persen terhadap total DPK Bank.
Selain itu, kenaikan laba bersih juga ditopang oleh penyaluran kredit bank OCBC NISP yang mencapai Rp120 triliun (kredit bruto) di kuartal III 2019 dengan tetap berpedoman pada prinsip kehati-hatian dengan rasio NPL gross sebesar 1,8 persen dan NPL nett sebesar 0,8 persen.
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, bahwa potensi Bank untuk menyalurkan kredit juga masih dapat dikembangkan, ditandai dengan Loan to Deposit (LDR) yang tercatat sebesar 90,6 persen dan Loan to Funding (LFR) sebesar 87,8 persen pada akhir kuartal III tahun 2019.
Dengan kinerja keuangan perseroan yang positif tersebut, tambah Parwati, Bank OCBC NISP juga mencatatkan total aset sebesar Rp175 triliun hingga akhir September 2019. Total aset tersebut tumbuh 7 persen YoY bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Optimalisasi inisiatif digital untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah, nyaman, dan simple bagi nasabah memberikan dampak positif terhadap kinerja Bank OCBC NISP, terutama pada pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dan Pendapatan Non Bunga,” ujar Parwati.
Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan menantang, Bank OCBC NISP berkomitmen untuk terus menghadirkan produk dan layanan perbankan yang inovatif, didukung oleh optimalisasi digital. Pada pertengahan tahun 2019, perseroan menghadirkan layanan Nyala untuk menjawab aspirasi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda dalam mengelola dan mengoptimalkan dananya.
“Layanan ini berbasis digital di mana hampir seluruh aktivitas perbankan dapat dilakukan melalui ONe Mobile dari Bank OCBC NISP,” tutup Parwati. (*)
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More