Keuangan

Kuartal III-2017 Pembiayaan Baru Adira Finance Tumbuh 8%

Jakarta – PT Adira Finance mengaku telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp23,8 triliun hingga kuartal III 2017. Angka tersebut mengalami pertumbuhan hingga 8 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu di periode yang yakni Rp22,1 triliun.

“Alhasil, piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) tercatat sebesar Rp44,4 triliun,” ujar Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli di Jakarta, Kamis, 2 November 2017.

Dia menjelaskan, dari total penyaluran pembiayaan baru yang mencapai Rp23,8 triliun hingga bulan September 2017, portofolio sepeda motor yang disalurkan sebesar Rp13,4 triliun. Selanjutnya portofolio mobil sebesar Rp9,8 triliun dan barang rumah tangga (durables) sebesar Rp605 miliar.

Dengan demikian, kata dia, pembiayaan sepeda motor merupakan kontributor utama pembiayaan baru kami, yakni sebesar 56 persen, yang kemudian diikuti oleh pembiayaan mobil sebesar 41 persen dan sisanya adalah barang-barang rumah tangga.

“Adapun, pendorong pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang terbesar adalah pada produk sepeda motor bekas dan mobil baru,” jelas Hafid.

Secara pangsa pasar, jumlah unit sepeda motor baru dan mobil baru yang dibiayai perusahaan terhadap penjualan industri domestik masing-masing berada pada level 11,2 persen dan 4,2 persen. Menurutnya, salah satu competitive edge yang perlu dimiliki oleh suatu perusahaan pembiayaan adalah pendanaan yang selalu mencukupi dan cost of fund yang optimal.

“Karenanya, Adira Finance telah menerapkan strategi diversifikasi sumber pendanaan sejak lama, yakni melalui skema pembiayaan bersama dan pendanaan eksternal yang terdiri dari pinjaman perbankan baik dari dalam maupun luar negeri dan surat utang dalam negeri,” ucapnya.

Sementara dari sisi jumlah piutang pembiayaan yang didanai melalui skema pembiayaan bersama tercatat sebesar Rp17,3 triliun, atau setara dengan 39 persen dari piutang pembiayaan yang dikelola. Selain itu, perseroan juga telah memiliki total pendanaan di luar pembiayaan bersama yang sebesar Rp20,5 triliun.

Komposisi pendanaan melalui pinjaman perbankan dan pasar modal adalah 52:48 persen. Gearing ratio terjaga pada tingkat 3,7 kali. Di sisi lain, untuk memitigasi risiko kredit perseroan telah sepenuhnya melakukan full hedging atas pinjaman dalam mata uang asing,” tambah Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

4 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

5 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

5 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

5 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

8 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

12 hours ago