Gedung Perkantoran Bank BCA/Istimewa
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan laba bersih di kuartal III 2017 sebesar Rp16,8 triliun atau mengalami kenaikan mencapai 11,3 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu di periode yang sama yakni sebesar Rp15,1 triliun.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, peningkatan laba bersih dikuartal III 2017 tersebut ditopang oleh pendapatan operasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya yang tumbuh 5,2 persen.
“Pendapatan operasional naik 5,2 persen menjadi Rp41,7 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2017 dibandingkan Rp39,7 triliun pada tahun lalu,” ujar Jahja di Jakarta, Kamis, 26 Oktober 2017.
Selain itu, pertumbuhan laba bersih ini juga ditopang oleh layanan berkualitas kepada para nasabah. Di sisi lain, kata Jahja, manajemen risiko yang prudent juga merupakan bagian penting dalam upaya mempertahankan pertumbuhan laba yang positif.
“Berbagai event promosi serta penawaran suku bunga kredit yang kompetitif sekaligus penyediaan solusi perbankan yang komprehensif juga telah menopang pertumbuhan,” ucapnya.
Dia menambahkan, bahwa perseroan masih mampu mempertahankan kinerja bisnis yang positif. BCA terus menyediakan sistem transaksi yang aman, terpercaya dan nyaman untuk melayani basis nasabah yang besar. BCA juga terus berupaya menjaga trend positif ini.
“BCA juga berupaya menjaga portofolio kredit yang terdiversifikasi dan sehat sekaligus mempertahankan posisi likuiditas dan permodalan yang solid. Ke depanya BCA akan tetap berhati-hati dan mempertahankan pendekatan bisnis secara prudent,” tutupnya. (*)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More