Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau (SMF) berhasil membukukan laba bersih hingga kuartal-II tahun 2019 mencapai Rp241 miliar.
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut dan berharap dapat terus meningkatkan kualitas kinerja kedepan.
“SMF mencatatkan laba Rp241 miliar atau naik 9,56% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp220 miliar,” kata Ananta di Graha SMF Jakarta, Senin 22 Juli 2019.
Selain itu, total aset SMF sampai dengan Semester I Tahun 2019 ini adalah sebesar Rp21,01 triliun, naik 25,13% dari posisi yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp16,79 triliun.
Adapun untuk sekuritisasi, selama tahun 2019 SMF telah bekerjasama dengan 3 bank yang berencana melaksanakan sekuritisasi di semester 2 2019 dengan menggunakan skema EBA Surat Partisipasi (EBA-SP), dimana salah satunya merupakan penerbitan EBA SP Syariah pertama di Indonesia.
Efek Berangun Aset- Surat Partisipasi (EBA-SP) tersebut menggunakan underliying KPR dari Bank yang dipilih melalui 32 kriteria seleksi. Diharapkan sekuritisasi aset ini bisa mempercepat penyaluran dana bagi pembiayaan perumahan, demi mensukseskan Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Pemerintah.
Pada Semester I, SMF juga telah merealisasikan penerbitan Surat utang melalui Penawaran Umum Berkelanjutan IV dan MTN. Total obligasi yang diterbitkan sampai dengan bulan Juni Rp4,861 triliun.
Ke depan, pihaknya mengaku cukup optimis terhadap perkembangan bisnis perumahan pada tahun ini. SMF juga terus fokus begiat dalam pengembangan bisnis melalui sinergi dengan Program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah.
Adapun sasaran strategis dalam focus tersebut yaitu penguatan peran SMF sebagai fiscal tools Pemerintah, dan penguatan, pengembangan serta implementasi model bisnis SMF. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More