Jamkrindo; Lakukan penjaminan kredit. (Foto: Erman)
Jakarta–Bisnis penjaminan kredit Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) diperkirakan terus mengalami peningkatan, baik program penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) maupun Non KUR.
Direktur Utama Perum Jamkrindo, Diding S. Anwar meyakini, kinerjanya di kuartal I-2016 ini bakal positif sejalan dengan terus meningkatkan volume penjaminan kredit. Di mana berdasarkan RKAP 2016 target penjaminan KUR sebesar Rp50 triliun dan Rp65 triliun Non-KUR.
“Target penjaminan tahun ini dalam RKAP itu Rp115 triliun. Itu untuk yang program KUR Rp50 triliun, nah sisanya Rp65 triliun itu Non-KUR, itu termasuk infrastruktur juga. Pokoknya saya mengatakan sampai 3 bulan ini dibanding 3 bulan tahun lalu angkanya bagus,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 6 April 2016.
Sedangkan jika dilihat sampai dengan Februari 2016, kata Diding, volume penjaminan KUR mencapai Rp6,43 triliun atau meningkat signifikan jika dibandingkan dengan volume penjaminan KUR tahun sebelumnya di periode yang sama yakni hanya Rp918 miliar.
Meningkat pesatnya volume penjaminan KUR ini, sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong penyaluran KUR sejak tahun lalu. Di mana pemerintah sendiri telah menurunkan suku bunga KUR menjadi single digit (9%) dari sebelumnya mencapai double digit.
Sementara untuk volume penjaminan Non-KUR sampai dengan Februari 2016, dirinya mengakui telah mencapai Rp7,44 triliun. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan volume penjaminan Non-KUR di tahun sebelumnya pada periode yang sama yakni Rp5,11 triliun.
“Angka dalam 3 bulan terakhir sangat baik, ini masih sejala dengan RKAP 2016, baik KUR maupun Non-KUR itu tumbuhnya bagus dibanding 2015 lalu. Tapi persentasenya saya enggak hapal,” tukas Diding. (*)
Editor: Paulus Yoga
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More