Jakarta – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan industri asuransi jiwa di kuartal I 2022 mengalami penurunan. Pendapatan asuransi jiwa turun sebesar 0,6% secara tahunan menjadi Rp62,27 triliun, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.
Budi Tampubolon selaku Ketua Dewan Pengurus AAJI mengatakan, tertekannya total pendapatan industri asuransi jiwa cenderung disebabkan oleh penurunan komponen total pendapatan premi, klaim asuransi reasuransi dan pendapatan lainnya.
Selain itu, total pendapatan premi unweight sebesar Rp48,99 triliun, mengalami perlambatan 14,7% dan pendapatan premi weight sebesar Rp27,86 triliun dengan perlambatan 6,8% di kuartal-I 2022.
“Angka kuartal I 2022 memang turun, tapi sebetulnya tetap tumbuh dari pada tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, tahun 2021 memang luar biasa bagus, namun sebetulnya tidak terlalu turun tapi lebih ke single preminya yang agak susut beralih kepada yang reguler premium,” jelas Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI, Jum’at, 10 Juni 2022.
Hal tersebut, di dukung dengan peningkatan total polis sebesar 17,4% di kuartal I 2022 menjadi 20,87 juta. Dari total polis tersebut melindungi sebanyak 75,45 juta orang. Sementara, total uang pertanggungan yang dicatatkan industri sebesar Rp4.245,01 triliun di kuartal I tahun ini atau meningkat 4,0% secara tahunan.(*) Irawati
Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More
Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More
Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More
Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More
Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More