Kuartal I 2022, BFI Finance Cetak Pembiayaan Baru Rp4,8 Triliun

Kuartal I 2022, BFI Finance Cetak Pembiayaan Baru Rp4,8 Triliun

Kuartal I 2022, BFI Finance Cetak Pembiayaan Baru Rp4,8 Triliun
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Tren pemulihan ekonomi dengan menurunnya kasus Covid-19 dan bergeraknya berbagai sektor perekonomian mendorong PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance ) untuk mencatatkan kinerja baik di tiga bulan pertama 2022.

Adapun BFI Finance berhasil mencatat nilai pembiayaan baru (booking) per kuartal I 2022 dengan nilai Rp4,8 triliun. Nilai ini meningkat 61,8% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, dan 10,9% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Peningkatan nilai booking ini turut mendorong jumlah total piutang yang dikelola yang naik 14,3% dibandingkan kuartal I/2021, menjadi Rp15,6 triliun. Rasio Non-Performing Financing (NPF) bruto tetap stabil membaik di angka 1,06% dan neto sebesar 0,26%. Sementara nilai aset dilaporkan sebesar Rp16,4 triliun, atau lebih tinggi 15,4% yoy.

“Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi serta peningkatan kebutuhan dan konsumsi jelang Ramadan juga turut mendukung kinerja Perseroan sepanjang kuartal satu kemarin,” ujar Sudjono, Direktur Keuangan yang sekaligus Corporate Secretary BFI Finance pada keterangannya, 27 April 2022.

Perusahaan juga mulai menurunkan Cadangan Kerugian Piutang dari 7,6% di kuartal I/2021 menjadi 5,4% di kuartal I/2022. Namun demikian, BFI Finance tetap fokus dalam menerapkan manajemen risiko prudent dengan tetap menjaga tingkat cadangan yang mencapai 5,1x besar NPF.

Per 31 Maret 2022, sisa nilai piutang dari kontrak yang melakukan relaksasi terkait pandemi COVID-19 tersisa 6,9% dari keseluruhan nilai piutang pembiayaan yang dikelola atau turun secara signifikan dari nilai persentase tertinggi 35,5% di September 2020.

Sebagian besar dari piutang relaksasi tersebut sudah dalam tahap pembayaran normal, dengan 1,3% sisanya masih dalam program relaksasi. Diharapkan piutang relaksasi ini dapat dituntaskan sepenuhnya di 2022 mengingat sejak akhir 2021 kurvanya sudah terus menurun.

Untuk piutang pembiayaan yang dikelola berdasarkan jenis aset, komposisi mobil (bekas dan baru) sebesar 70,7% disusul oleh alat berat dan mesin sebesar 12,5%. Sisanya adalah motor bekas 10,4%, dan lainnya 6,4% seperti property-backed financing (PBF) atau pembiayaan berjaminan sertifikat rumah dan ruko, pembiayaan syariah, dan pembiayaan chanelling dengan anak usaha Pinjam Modal (PT Finansial Integrasi Teknologi).

Membaiknya kinerja perusahaan turut mendorong laba bersih BFI Finance menjadi Rp396 miliar, meningkat 72,5%dari periode sebelumnya. Adapun pendapatan total tumbuh sebesar 18,4% yoy menjadi Rp1,2 triliun dan diimbangi dengan penurunan total biaya sebesar 3,6% yang didukung oleh penurunan biaya dana (cost of fund) dan biaya kredit (cost of credit) yang turun dibanding tahun sebelumnya, dengan biaya operasional meningkat secara proporsional.

Kemudian di sepanjang triwulan pertama 2022, BFI Finance juga melakukan penawaran tender sukarela oleh Trinugraha Capital & Co SCA selaku pemegang saham pengendali atas saham BFIN dan telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan pada Maret lalu.

“Tentunya hal ini menunjukkan kepercayaan dari pemegang saham atas kinerja BFI Finance. Kami tetap mempertahankan tata kelola yang baik dan kehati-hatian dalam berbisnis untuk bertumbuh secara sehat serta transformasi digital guna melayani konsumen dan mitra bisnis kami lebih baik lagi,” kata Sudjono. (*)

 

Editor: Rezkiana Nisaputra

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]