Keuangan

Kuartal I-2017, Pasar Uang Syariah Tumbuh Sehat

Jakarta–Masuk tahun 2017, Otoritas Jasa Keuangan(OJK) mencatat pertumbuhan cukup meyakinkan untuk kinerja pasar uang syariah, baik dari kapitalisasi pasar saham, reksa dana syariah hingga sukuk.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edy Setiadi mengungkapkan adanya peningkatan kapitalisasi saham syariah sebesar 9,25 persen. “Kami telah mendata untuk kapitalisasi saham syariah tumbuh 9,25 persen secara tahunan sebesar Rp3.408,04 triliun,” ungkap Edy di Kantor OJK, Jumat, 28 April 2017.

Tercatat pada rilis yang dipaparkan OJK pada tahun 2016, kapitalisasi saham syariah hanya mencapai angka Rp3.119,42 triliun.

Selain itu Edy mengungkapkan untuk jumlah saham syariah hingga kuartal I-2017 ada sebanyak 348 saham. Jumlah ini meningkat sebesar 0,29 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 347 saham. Hal yang sama juga terjadi pada jumlah reksa dana syariah.

“Jumlah reksa dana syariah juga meningkat sebesar 6,62 persen dari tahun lalu 136 menjadi 145 pada tahun 2017 ini,” ungkapnya

Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) per 31 April 2017 mencapai Rp18,16 triliun atau meningkat 21,8 persen dibandingkan NAB akhir tahun 2016 sebesar Rp14,91 triliun.

Edy menambahkan, untuk jumlah sukuk korporasi outstanding per 21 April 2017 mencapai 55 seri dan meningkat sebesar 3,77 persen dibandingkan dengan akhir tahun 2016.

Adapun jumlah sukuk negara outstanding sebanyak 53 seri dan sama dengan tahun 2016 lalu. Dari sisi nilainya, sukuk negara mencapai Rp485,8 triliun atau meningkat 18,09 persen dari akhir tahun lalu.

Edy menjelaskan, mayoritas sukuk syariah ini berasal dari sektor perdagangan, jasa, dan investasi sebanyak 89 saham atau 25,57 persen. Sementara itu, sektor properti, real estate dan konstruksi sebanyak 58 saham atau 16,67 persen, dan diikuti sektor industri dasar dan kimia sebanyak 52 saham atau 14,94 persen. Terakhir adalah pada sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi sebanyak 36 saham atau 10,35 persen. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

Banyak Bank Rombak Manajemen, OJK Optimistis Kinerja Perbankan 2026 Lebih Baik

Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More

20 mins ago

Krisis Ekonomi Hantam Iran, Nilai Tukar Rial Ambruk

Poin Penting Inflasi tinggi dan anjloknya nilai tukar rial memicu aksi protes massal di berbagai… Read More

35 mins ago

Kasus Pajak PT Wanatiara Persada Terbongkar, KPK Sebut Negara Rugi Rp59 Miliar

Poin Penting KPK mengungkap kerugian negara hingga Rp59 miliar akibat pengurangan kewajiban PBB PT Wanatiara… Read More

44 mins ago

Kriminalisasi Kredit Macet: Wahai Bankir Himbara dan BPD, Stop Dulu Kucurkan Kredit!

Oleh The Finance Team NAMANYA bank, sudah pasti ada kredit macet. Kalau tidak mau macet,… Read More

51 mins ago

Intip Kekayaan Kepala Kantor Pajak Jakut Dwi Budi Iswahyu yang Kena OTT KPK

Poin Penting Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu, resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka… Read More

56 mins ago

Defisit Fiskal dan Pertumbuhan Kredit: Penyangga Rapuh PDB dari Sisi Konsumsi Masayarakat

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan STRUKTUR pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak lama menunjukkan… Read More

1 hour ago