Jakarta–PT Bank BRI Syariah (BRISyariah) membukukan laba bersih sebesar Rp33,12 miliar pada kuartal satu 2017, turun 5 persen dibanding perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp42,95 miliar.
“Pencapaian kinerja BRISyariah pada Triwulan satu tahun 2017 secara umum masih sesuai dengan target perusahaan yang telah ditetapkan. Dan laba kita tercatat di angka Rp3317 miliar,” jelas Direktur Utama BRI Syariah Moch. Hadi Santoso pada keterangan persnya di Jakarta, Jumat, 12 Mei 2017.
Dalam penghimpunan dana, pada perseroan menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp23,01 triliun, atau meningkat sebesar 13,45 persen secara setahunan dari Rp20,28 triliun. Secara rinci, baik deposito, giro dan tabungan meningkat masing-masing sebesar 10,80 persen, 28,30 persen dan 18,92 persen. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Hadi mengungkapkan, demi meningkatkan jumlah DPK pada kinerja tahun ini, pihaknya akan terus meningkatkan layanan berbasis teknologi dengan berbagai layanan salah satunya bekerja sama dengan Kementrian Keuangan dengan menjadi bank penerima pajak Negara secara elektronik melalui Modul Penerimaan Negara (MPN) Generasi kedua.
“Peningkatan teknologi terus dilakukan terhadap produk-produk yang telah ada untuk meningkatkan layanan terhadap nasabah salah satunya dengan layaman MPNG2 ini,” sambung Wildan, Direktur Operasional Bank BRI. Syariah.
Ia juga menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan layanan haji guna permudah nasabah BRISyariah menjalankan ibadah haji.
“Peningkatan terhadap layanan haji juga terus dioptimalkan serta memberikan kemudahan akses bagi calon jamaah haji terkait penukaran Saudi Arabia Riyal (SAR) untuk kebutuhan selama menunaikan ibadah Haji,” tuturnya. (*)
Editor: Paulus Yoga




