Likuiditas; Kunci bisnis bank. (Foto: Zidni Hasan)
Jakarta — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat penyaluran pinjaman kepada Grup Duniatex yang sebesar Rp500 miliar lebih kecil dibanding pinjaman dari perbankan lainnya. Namun demikian secara kualitas anjlok.
“Duniatex ini sampai Juni kemarin sih bayar. Tapi kemudian di Agustus masukkan ke call 2. Eksposurnya Rp500 miliar, enggak gede,” tutur Direktur Tresuri dan Internasional BNI Bob Tyasika Ananta usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Menara BNI, Jakarta, Jumat (30/8).
Sebelumnya, Kamis (29/8/2019) lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings, kembali menurunkan peringkat utang PT Delta Merlin Dunia Textile atau DMDT, anak usaha Grup Duniatex, ke ‘CC’ dari sebelumnya ‘CCC’. Surat utang global senior perusahaan juga diberikan peringkat yang sama. Padahal Juli lalu, Fitch telah mengerek turun peringkat utang Duniatex sebanyak 3 level dari ‘B-‘ ke ‘CCC-‘. Fitch menilai persoalan likuiditas yang dihadapi Duniatex sangat tinggi dan berisiko default.
Kondisi likuiditas anak usaha Duniatex, yakni PT Delta Dunia Sandang Tekstil (DDST) memberikan dampak signifikan terhadap kondisi keuangan Grup Duniatex secara keseluruhan. Penundaan pembayaran kewajiban bunga atas obligasi senilai US$260 juta milik DDST ditengarai menjadi bukti kuat seretnya likuiditas. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More