Pertumbuhan Kredit BCA Ditargetkan 13% pada Semester 1-2018
Jakarta–Kondisi perekonomian global maupun domestik yang masih belum menguntungkan membuat rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) ikut meningkat. Hal ini tercermin pada NPL BCA yang tercatat 1,5 persen di Semester I-2017, atau meningkat dibandingkan Semester I-2016 yakni 1,4 persen (gross).
Di sisi lain, perseroan juga pesimis NPL bakal membaik di akhir tahun ini. Direktur BCA Rudy Susanto mengatakan, di akhir 2017 ini BCA menargetkan NPL di kisaran 1,5 persen hingga 2 persen. Meningkat bila dibandingkan dengan akhir tahun lalu yakni 1,3 persen (gross).
“Untuk NPL kalau bisa kita jaga serendah mungkin, 1,5 persen sampai 2 persen akhir tahun. Sampai Juni 2017 ini NPL kita di posisi 1,5 persen,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 27 Juli 2017.
Di tempat yang sama Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menambahkan, pihaknya terus menjaga kredit bermasalahnya di bawah arahan regulator. Menurutnya, NPL 1,5 persen di Semester I-2017 tersebut masih dalam batasan toleransi risiko yang dapat diterima cadangan kredit yang tercatat sebesar Rp12,5 triliun. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More