News Update

KTA Tyme Digital Bank Commonwealth Cetak Rekor Muri

Jakarta – PT Bank Commonwealth (Bank Commonwealth), memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui Kredit Tanpa Agunan (KTA) Tyme Digital sebagai “Kredit Tanpa Agunan Pertama yang Proses Pengajuannya secara Digital dan Mendapatkan Keputusan Seketika”.

Penghargaan MURI ini merupakan yang kedua kalinya untuk Tyme Digital, setelah sebelumnya Tyme Digital Kiosk menerima penghargaan sejenis sebagai platform digital banking pertama di Indonesia dengan end to end onboarding (pembukaan rekening, kartu ATM, Mobile Banking dan Internet Banking aktif) dalam waktu 10 menit.

Presiden Direktur Bank Commonwealth Lauren Sulistiawati, mengatakan kehadiran KTA Tyme Digital merupakan bukti dari komitmen Bank Commonwealth dalam menjalankan visinya, ”to excel at securing and enhancing the financial wellbeing of people, businesses and communities”, dan misinya, ”to be the market leader in providing digital financial solutions for our Retail and SME target customers”, dengan terus mengembangkan produk serta layanan untuk memenuhi kebutuhan para nasabah akan solusi perbankan yang lebih mudah dan cepat guna memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Baca juga: Gejolak Ekonomi, Bank Commonwealth Luncurkan Dynamic Model Portfolio

“Kami percaya KTA Tyme Digital dapat menjadi solusi atas kebutuhan tersebut,” kata Lauren Sulistiawati saat menerima penghargaan MURI, di Kantor Pusat Bank Commonwealth, Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018.

Lauren Sulistiawati menambahkan, KTA Tyme Digital hadir untuk menjawab kebutuhan nasabah dalam mendapatkan pinjaman dengan waktu yang cepat tanpa perlu melalui proses yang berbelit dan tidak perlu mengisi beragam formulir kertas (paperless).

Layanan ini diharapkan dapat memberikan nilai baru bagi customer experience yang akan mendorong para nasabah serta masyarakat Indonesia secara luas untuk senantiasa memanfaatkan jasa keuangan formal dalam memenuhi kebutuhan keuangan mereka sehari hari.

KTA Tyme Digital merupakan fasilitas kredit tanpa agunan yang diberikan kepada nasabah perorangan guna memenuhi keperluan pribadi mereka, seperti kebutuhan biaya pendidikan, biaya kesehatan dan lain-lain. (*)

Apriyani

Recent Posts

LPEI Bukukan Laba Rp252 Miliar di 2025, Tumbuh 8 Persen

Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More

4 hours ago

PINTU Gandeng Aparat Hukum Perkuat Keamanan Industri Kripto

Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More

6 hours ago

IAI Inisiasi Indonesia Sustainability Reporting Forum, Ignasius Jonan Jadi Ketua

Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More

6 hours ago

Pangsa Kredit UMKM Terus Menyusut, Program Pemerintah Jadi Peluang Tumbuh

Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More

8 hours ago

Sisi Lain Demam AI

Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More

9 hours ago

Industri Melambat, Begini Jurus ACA Jaga Pertumbuhan Premi

Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More

10 hours ago