Jakarta – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan, bahwa disepanjang tahun 2017 stabilitas sistem keuangan nasional masih dalam kondisi normal. KSSK optimis bahwa kondisi stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan masih akan tetap berjalan terkendali.
Ketua KSSK sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sistem keuangan tetap terkendali dalam rangka mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional dengan ditopang resiliensi perekonomian yang kian membaik. Kondisi ini ditandai dengan tingkat inflasi yang rendah sesuai target.
Selain itu, sejauh ini neraca transaksi berjalan masih dalam tingkat yang sehat, aliran masuk modal asing yang stabil, nilai tukar rupiah yang terjaga, cadangan devisa yang menguat, kebijakan flskal dengan tingkat defisit anggaran dan deflsit primary balance yang lebih rendah dari target APBN-P 2017.
“Kinerja perbankan dan pasar modal juga baik, tren performa SBN yang positif, kecukupan dana penjaminan simpanan, serta persepsi investor yang positif terhadap prospek perekonomian Indonesia ke depan,” ujar Menkeu di Jakarta, Selasa, 23 Januari 2018.
Lebih lanjut dia menambahkan, bahwa KSSK akan mengoptimalkan bauran kebijakan dari sisi fiskal, moneter, makro dan mikroprudensial, serta pasar keuangan dalam menjaga momentum perekonomian dari tantangan yang dapat mengganggu kesinambungan dan stabilitas sistem keuangan. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More