Categories: KeuanganNews Update

KSSK Pastikan Sistem Keuangan RI Stabil Hingga Triwulan III 2021

Jakarta – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan kondisi sistem keuangan nasional pada triwulan III-2021 masih berada dalam kondisi normal. Kondisi ini dipicu oleh membaiknya penanganan kasus COVID-19.

“Stabilitas sistem keuangan untuk triwulan III 2021 berada dalam kondisii normal seiring dengan penurunan signifikan dari kasus covid-19,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam paparan virtualnya, Rabu, 27 Oktober 2021.

Adapun KSSK terdiri dari Pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kelima lembaga ini terus mengadakan pertemuan rutin untuk membahas kondisi sistem keuangan Indonesia.

Hingga September 2021, KSSK mencatat beberapa indikator industri jasa keuangan menunjukkan kondisi yang baik dan stabil. Salah satunya adalah Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan yang berada di level 25,24% (Juni 2021: 24,33%), gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 1,95 kali, dan Risk-Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa serta asuransi umum yang masing-masing di level 587,7% dan 341,6%. Angka-angka tersebut masih jauh di atas threshold.

Lalu, Kredit perbankan per September juga tumbuh 2,21% (yoy) atau 3,12% (ytd) dengan Kredit Modal Kerja tumbuh sebesar 2,85% (yoy), Kredit Investasi 0,37% (yoy) dan Kredit Konsumsi 2,95% (yoy), meningkat dibandingkan akhir triwulan II 2021. Pertumbuhan ini terjadi seiring dengan penurunan kasus harian Covid-19 dan peningkatan aktivitas ekonomi.

Kredit perbankan sektor utama juga menunjukkan peningkatan, seperti kredit rumah tangga tumbuh 2,77% (ytd), kredit sektor perdagangan tercatat tumbuh 2,43% (ytd), dan kredit sektor manufaktur tumbuh 2,05% (ytd). Perbankan juga berkontribusi dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui penurunan suku bunga kredit.

Tingkat suku bunga dasar kredit mengalami tren penurunan dari 9,69% pada Juni 2021 menjadi 9,66% pada September 2021. Hal ini didorong oleh penurunan komponen harga pokok dana.

Pasar saham juga menunjukkan tren penguatan ke level di atas pra-pandemi. Per 25 Oktober 2021, IHSG menguat 10,81% (ytd) ke level 6.625,7 dengan aliran dana masuk nonresiden mencapai Rp39,4 triliun. Sementara itu di IKNB, pertumbuhan penyaluran pembiayaan pada September 2021 membaik dibandingkan akhir triwulan II 2021, dengan nominal sebesar Rp359,1 triliun. (*)

Editor: Rezkiana Np

Evan Yulian

Recent Posts

Grab Borong Saham Superbank Rp285,5 Miliar, Kepemilikan Jadi 15,04 Persen

Poin Penting Grab melalui A5-DB Holdings menambah kepemilikan saham Superbank (SUPA) sebanyak 253,91 juta saham… Read More

7 mins ago

Neraka Neraca Pembayaran: Ekonomi Nasional Bisa Meleleh

Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga BANK Indonesia (BI) melaporkan bahwa neraca pembayaran Indonesia… Read More

57 mins ago

Bos Mandiri Sekuritas: Likuiditas, Transparansi, dan Free Float Jadi Kunci Tarik Investor Asing

Poin Penting Reformasi OJK dan BEI diyakini memperkuat pasar modal, meningkatkan transparansi, tata kelola, dan… Read More

1 hour ago

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting BRI mencatat laba Rp57,13 triliun pada 2025, turun 5,26 persen yoy, sementara kredit… Read More

2 hours ago

IHSG Dibuka Hijau, Naik 0,40 Persen ke Level 8.355

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,40 persen ke level 8.355,28 pada pukul 09.00 WIB, dengan… Read More

2 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini (26/2): Antam Melesat, Galeri24 dan UBS Kompak Anjlok

Poin Penting Harga emas Galeri24 hari ini anjlok Rp28.000 ke Rp3.057.000 per gram, sementara UBS… Read More

3 hours ago