Poin Penting
Jakarta – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pastikan kondisi stabilitas sistem keuangan (SSK) nasional tetap terjaga hingga kuartal IV 2025.
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026, yang dihadiri Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa kondisi stabilitas sistem keuangan triwulan IV tahun 2025 tetap terjaga. Ini didukung koordinasi dan sinergi kebijakan antar otoritas,” ungkapnya.
Baca juga: Stabilkan Sistem Keuangan, LPS Tahan Bunga Penjaminan 3,5 Persen
Purbaya mengatakan, KSSK sudah memantau gejolak perekonomian global di awal 2026. KSSK menilai, ada beberapa aspek yang berpotensi memengaruhi ekonomi dalam negeri. Salah satunya adalah gejolak perdagangan dan geopolitik.
“Memasuki Januari 2026, volatilitas pasar keuangan global sempat meningkat, terutama disebabkan oleh ketegangan perdagangan dan geopolitik,” lanjut Purbaya.
Selain itu, lanjut Purbaya, hasil asesmen KSSK prekonomian dunia masih menghadapi tantangan dengan ketidakpastian yang meningkat.
Dinamika ekonomi pada triwulan IV 2025 masih dipengaruhi oleh ketegangan perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok dan penurunan suku bunga The Fed (Bank Sentral AS) yang lebih agresif.
“Perlambatan aktivitas ekonomi AS dan pelemahan pasar tenaga kerja mendorong The Fed memangkas Fed Funds Rate sebesar 50 basis poin pada triwulan IV 2025 ke kisaran 3,50 sampai 3,75 persen,” jelasnya.
Pada 2026, pertumbuhan ekonomi dunia dinilai masih akan dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif impor AS dan kerentanan rantai pasok global. Meskipun begitu, prospek ekonomi AS membaik didorong investasi di sektor teknologi.
Meskipun begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi tetap kuat dan mampu menjaga momentum pertumbuhan ke depan.
Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 diperkirakan lebih tinggi ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi yang didukung oleh stimulus dari kebijakan fiskal dan moneter.
Baca juga: Menkeu Purbaya Nilai Pelemahan Rupiah hanya Berdampak Minim ke Perekonomian
Ke depan, Purbaya memastikan KSSK akan terus memantau kondisi perekonomian global. Tak lupa, koordinasi antar lembaga yang bergerak di sektor ekonomi dan keuangan, akan terus dijalankan untuk menjaga kestabilan perekonomian dalam negeri.
“Berdasarkan perkembangan tersebut, KSSK akan terus mencari informasi dan melakukan assessment forward looking terhadap kondisi perekonomian dan sektor keuangan di tengah ketegangan global yang masih berlanjut,” tegasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting OJK menargetkan proses demutualisasi BEI rampung pada semester I 2026 untuk memperkuat tata… Read More
Poin Penting Kredit berkelanjutan BCA tumbuh 11,7 persen yoy menjadi Rp255 triliun per Desember 2025,… Read More
Poin Penting BCA menargetkan pertumbuhan kredit 8-10% pada 2026, naik dari realisasi 2025 sebesar 7,7%.… Read More
Poin Penting Sektor jasa keuangan tetap stabil, kredit perbankan tumbuh 9,6% yoy dengan kualitas kredit… Read More
Poin Penting Presiden Direktur BCA Hendra Lembong berencana bertemu Thomas Djiwandono setelah resmi dilantik sebagai… Read More
Poin Penting Sinar Mas Asuransi Syariah membuka peluang pengalihan portofolio dari perusahaan asuransi yang menutup… Read More