News Update

KSEI Akui Blokir Saham MNCN

Jakarta – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengaku telah memblokir saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Menurut D‎irektur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi, mengatakan, hal itu dilakukan oleh KSEI karena sudah menerima surat pemblokiran saham MNCN‎ dari Polda Metro Jaya atas laporan pihak grup perusahaan yang berada di bawah naungan Hary Tanoesoedibjo‎, terkait adanya dugaan penggelapan saham oleh sindikat dari luar negeri.

Seperti diketahui, saham MNCN milik PT Global Mediacom Tbk disimpan di kustodian Citibank atas nama Nomine PB Nominees Ltd sebanyak 254.168.663 saham.

“Kita hanya terima suratnya ada perintah blokir, ya sudah kita blokir. Jadi kalau perintah Polda kan suruh brokir saham MNCN jumlah sekian di rekening ini, di kustodian ini, sudah kita blokir sahamnya saja. Jadi karena sahamnya sudah diblokir jadi untuk settlement enggak bisa,” kata‎ Friderica, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin, 18 Desember 2017.

Saham yang telah KSEI blokir, bilang Kiki, juga tidak bisa dibuka kembali, kecuali ada perintah dari yang berwewenang. Tak hanya itu, untuk membukanya juga harus ada bukti yang sah terkait kepemilikan saham tersebut.

“Nanti misalnya mereka ke pengadilan atau apa, panjang itu. Kan katanya mau dituntut, saya enggak ngerti,” pungkas Kiki.

MNC sendiri sedang menuntut perusahaan Nomura Sekuritas Indonesia. Penuntutan itu akibat kerugian yang akan diderita oleh MNC.

“Kami tetap menuntut perusahaan sekuritas tersebut.‎ Nomura Sekuritas yang melakukan itu, kita tuntut akibat kerugian kami,” kata Corporate Secretary MNC Grup, Syafril Nasution belum lama ini.

Terkait jumlah kerugian yang diderita oleh perusahaan, bilang Syafril, dirinya masih akan menghitung dan mengecek terlebih dahulu, agar tidak ada kesalahan. Namun, paling pasti perusahaan telah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

11 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

12 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

12 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

12 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

15 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

19 hours ago