Perbankan dan Keuangan

Krom Bank Tawarkan Suku Bunga Tinggi 8,75 Persen, Bos LPS Wanti-wanti Hal Ini

Jakarta – Lahir satu bank digital lagi di Tanah Air yakni PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI). Pada awal peluncurannya menawarkan suku bunga tinggi melebihi tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Adapun Krom Bank menawarkan suku bunga tabungan sebesar 6 persen dan suku bunga deposito 8,75 persen per tahun. Sementara itu tingkat bunga penjaminan yang LPS tanggung hanya sebesar 4,25 persen.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa bila suku bunga bank melebihi dari tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan oleh LPS maka untuk kelebihannya tidak akan dijamin. 

Baca juga: Tawarkan Bunga Deposito 8,75 Persen, Krom Bank: Kami Transparan Soal Jaminan LPS

Artinya, bila suatu bank mengalami kegagalan dan tidak sanggup untuk mengembalikan dana nasabah, maka LPS hanya membayarkan klaim simpanan dengan bunga yang hanya sebesar 4,25 persen.

“Kalau di atas 4,25 persen tidak dijamin oleh LPS, jadi harus transparan. Ya kalau 8 persen tidak dijamin,” ujar Purbaya saat ditemui di Ritz Carlton Pacific Place, dikutip, Jumat, 1 Maret 2024.

Untuk itu, Purbaya menjelaskan perbankan harus transparan dalam melaporkan suku bunga yang diberikan kepada nasabah ke LPS. Pasalnya, memang tidak dilarang untuk bank memeberikan suku bunga yang melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, selama nasabah mengetahui risikonya.

“Jadi harus umumkan, harus dia (bank) taruh LPS guarantee-nya berapa, lalu dia ngasih berapa sehingga client-nya tau itu gak dilarang selama fair, kan ada risiko tapi selama nasabah mau ambil risiko ya tidak apa-apa,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur Krom Bank Indonesia, Anton Hermawan mengatakan dengan penerapan suku bunga yang lebih tinggi tersebut, perusahaan akan menjaga kinerja perbankan dari sisi profitabilitas yang sehat melalui strategi penyaluran dana yang tepat.

“Jadi kami tahu bahwa untuk memberikan interest rate sedemikian tinggi kami harus mengembangkan bisnis dan juga mencari bisnis yang tepat untuk bank kami dan sampai sekarang kita masih bisa melakukan hal itu,” ucap Anton dalam Konferensi Pers Krom Bank di Jakarta, 27 Februari 2024.

Baca juga: Bos LPS Titip Pesan Penting Ini ke Perbankan

Head Marketing Krom Bank Indonesia, Felicia Thenardy menambahkan terkait dengan suku bunga yang tinggi tersebut, Krom Bank telah melakukan transparansi informasi kepada para nasabahnya, bahwa suku bunga yang dijamin LPS hanya sebesar 4,25 persen.

“Jadi kalo ada pertanyaan dari nasabah, kami akan jawab dengan transparan dan kami pun selalu melakukan edukasi melalui salah satunya sosmed kami,” ujar Felicia. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

9 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

14 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

14 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

14 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

15 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

15 hours ago