Perbankan

Krom Bank Bukukan Laba Rp143 Miliar Sepanjang 2025, Tumbuh 16 Persen

Poin Penting

  • Krom Bank mencatat laba Rp143 miliar pada 2025, naik 16 persen yoy dari Rp124 miliar di 2025, didorong konsistensi inovasi dan transformasi digital
  • Penyaluran kredit Krom Bank naik 103 persen yoy menjadi Rp8,63 triliun, mendorong pendapatan bunga bersih tumbuh 92 persen yoy menjadi Rp1,85 triliun
  • DPK meningkat 165 persen yoy menjadi Rp8,39 triliun, sejalan dengan aset yang tumbuh 84 persen yoy menjadi Rp12,21 triliun, mencerminkan tingginya kepercayaan nasabah.

Jakarta – PT Krom Bank Indonesia Tbk (Krom Bank) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2026 dengan membukukan laba bersih Rp143 miliar atau tumbuh 16 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp124 miliar.

Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan menyampaikan, pencapaian kinerja tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam berinovasi dan memahami kebutuhan nasabah.

“Kami bersyukur atas kinerja positif yang berhasil diraih sepanjang 2025. Ini menjadi bukti bahwa transformasi digital di sektor perbankan terus mendapatkan respon yang baik dari masyarakat,” jelas Anton dalam keterangan resminya dikutip 6 April 2026.

Baca juga: Krom Bank Genjot Ekspansi Digital, Incar 20 Juta Nasabah di 2030

Pertumbuhan laba didorong perseroan oleh penyaluran kredit yang tumbuh impresif serta efektivitas strategi channeling kredit bersama mitra.

Hingga 31 Desember 2025, penyaluran kredit Krom Bank melesat 103 persen yoy menjadi Rp8,63 triliun dibanding 2024 di periode yang sama sebesar Rp4,24 triliun.

“Melalui produkTabungan, Krom Max, dan Krom Flex, kami menawarkan alternatif investasi yang lebih stabil dan terjangkau. Dengan skema return tetap dan kompetitif, instrumen ini memberikan kepastian imbal hasil dan menjadi pilihan rasional bagi masyarakat yang ingin mengelola aset dengan risiko yang lebih terkendali di fase ekonomi seperti saat ini,” kata Anton.

Seiring dengan pertumbuhan kredit tersebut, perolehan pendapatan bunga bersih (audited) meningkat 92 persen yoy menjadi Rp1,85 triliun pada 2025 dari Rp965 miliar pada 2024.

Kinerja intermediasi lainnyajuga solid. Ini tercemin dari dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp8,39 triliun atau tumbuh 165 persen yoy jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelum Rp3,15 triliun.

“Ini didorong oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital serta komitmen Krom Bank dalam menghadirkan pengalaman pengguna yang unggul dan cepat,” jelas Anton.

Sejalan dengan kinerja kredit dan DPK tersebut, aset bank digital ini pun ikut melonjak 84 persen yoy dari Rp6,65 triliun pada 2024 menjadi Rp12,21 triliun di 2025.

Baca juga: Bank Neo Commerce Cetak Laba Rp565,69 Miliar di 2025, Terbang 2.745 Persen

“Capaian aset didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit bank. Ini mencerminkan keberhasilan penerapan strategi perusahaan dalam memperluas layanan keuangan digital inovatif, aman, dan mudah diakses oleh masyarakat luas,” tambahnya.

Memasuki 2026, Krom Bank optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan yang positif.

“Kami akan terus menghadirkan inovasi berkelanjutan, memperluas ekosistem digital, serta memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai mitra,” tutup Anton. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

19 mins ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

34 mins ago

Banggar DPR Tolak Pemangkasan Subsidi BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More

47 mins ago

Pemerintah Batasi Tiket Pesawat Naik 9-13 Persen, Gelontorkan Subsidi Rp2,6 T

Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More

55 mins ago

IHSG Masih Ditutup Melemah 0,53 Persen ke Level 6.989, Mayoritas Sektor Merah

Poin Penting IHSG Melemah 0,53 persen dan ditutup di level 6.989,42 dengan mayoritas saham dan… Read More

56 mins ago

Bahlil Alihkan Impor LPG dari Timur Tengah ke AS dan Australia

Poin Penting: Pemerintah mengalihkan impor LPG dari Timur Tengah ke AS dan Australia untuk menjaga… Read More

1 hour ago