krisis turki_2018
London – Perbankan adalah sektor yang cukup mendapat perhatian kala krisis melanda. Krisis ekonomi atau sering disebut krisis Turki yang menimpa Turki dan Argentina ini rupanya juga tak terkecuali, telah memberi dampak negatif terhadap beberapa bank.
Seperti diketahui, mata uang Turki, Lira, mengalami pukulan yang cukup telak beberapa waktu terakhir. Dan krisis yang melanda Argentina telah memaksa pemerintahnya meminta percepatan pencairan pinjaman IMF sebesar US$50 miliar. Dan krisis Turki yang menjadi krisis global ini diakui dapat dengan cepat menyebar ke Negara lain melalui hubungan dagang atau pinjaman bank.
Ketika suatu bank di suatu Negara memiliki aset bermasalah di negera lain otomatis akan menggangu kinerja bank. Masalah ekonomi dapat menyebabkan nilai aset ini jatuh. Nah, ketika hal ini terjadi maka investor akan khawatir dengan bagaimana bank dapat mengatasi penurunan nilai aset. Kemudian bagaimana hal tersebut akan mempengaruhi kemampuan bank untuk memberikan pinjaman.
Kekhawatiran akan krisis Turki yang kini membebani saham bank Eropa baru-baru ini, yakni kekhawatiran tentang berapa besar atau berapa banyak aset Turki yang mereka miliki.
Dikutip dari Financial Times, ada sejumlah bank yang memiliki bisnis yang signifikan di Turki, diantaranya, BBVA-Spanyol, UniCredit-Italia, dan BNP Paribas-Prancis.
Menurut laporan Bank for International Settlements, bank-bank Spanyol adalah bank-bank yang paling terbuka untuk Turki. Bank-bank Spanyol memiliki sekitar 81 miliar euro aset Turki. Selain bank-bank Spanyol, bank-bank Perancis juga memiliki aset Turki dengan eksposure mencapai 35 miliar euro.
Biswas, Ekonom dari Bank for International Settlements, seperti dikutip dari BBC Nes mengatakan, eksposur bank-bank Asia terhadap Turki terbatas, tidak seperti bank-bank Eropa.
“Sektor perbankan di negara-negara Asia, tidak mengalami eksposur yang serius seperti layaknya bank-bank Eropa” pungkas Biswas. (*)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More