Hari ini, Kementerian BUMN menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Gedung Kementerian BUMN. Setelah menyopot Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang, pemegang saham menetapkan Yenni Andayani sebagai pelaksana tugas (Plt) direktur utama.
Baca juga: Pertamina Cetak Laba US$2,83 Miliar dalam 9 Bulan
Usai RUPS, Komisaris Utama Pertamina, Tanri Abeng menyatakan, bahwa Yenni ditunjuk sebagai Plt dirut berdasarkan senioritas jabatannya. Yenni sendiri menjabat sebagai Direktur Energi Baru dan Terbarukan Pertamina, sejak 28 November 2014.
“Calon pengantinya (dirut yang baru) belum. Makanya diberi waktu 30 hari untuk melakukan search. Biasanya kalau search-nya di luar Pertamina tergantung saham. Kalau internal ya kami dewan komisaris. Mudah-mudahan sebelum 30 hari sudah ada,” sambung Tanri. (*) Rezkiana Nisaputra
Page: 1 2
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More