Kredivo Siap Ekspansi ke Filipina dan Thailand
Jakarta – Layanan pinjam online Kredivo mengaku akan melakukan ekspansi bisnisnya ke negara asia, meski secara pasar Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan potensi pangsa pasar terbesar di asia. Langkah ini dilakukan perusahaan untuk memperbesar kapitalisasi pasar di asia.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Head of Marketing Kredivo lndina Andamari di Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018. Menurutnya, negara asia yang akan diincar oleh Kredivo untuk ekspansi bisnisnya yakni Filipina dan Thailand yang rencananya akan dilakukan di kuartal II 2019.
Kedua negara tersebut memiliki pasar potensial untuk mengembangkan layanan pinjaman tunai berbasis online. Kondisi ini juga sejalan dengan maraknya layanan keuangan berbasis teknologi seperti Fintech. Namun, dirinya belum bisa memastikan negara mana dulu yang akan disasarnya.
Baca juga: Kredivo Tawarkan Pinjaman Tunai Dengan Bunga 2,95% per Bulan
“Ada banyak yang dipertimbangkan seperti kebutuhannya ada enggak, besarnya pasar berapa, kemudian regulasinya. Tapi kita belum tahu akan masuk ke mana dulu. Kita sedang pelajari,” ujarnya.
Saat ini, Kredivo telah melayani pinjaman berbasis online di berbagai daerah yang tersebar di Indonesia, yakni Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Palembang. Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk menjajaki kota-kota besar lainnya seperti Yogyakarta.
Menurutnya, visi Kredivo adalah memberikan akses kredit kepada masyarakat khususnya milenial Indonesia secara luas dengan biaya serendah mungkin. Adapun produk Pinjaman Tunai yang diberikan Kredivo merupakan produk dengan bunga yang paling rendah dibanding penyedia pinjaman digital lainnya.
“Saat kompetitor kami mengenakan bunga hingga 1 persen per hari, kami hanya mengenakan bunga serendah 2,95 persen per bulan. Milenial Indonesia kini bisa mendapatkan penawaran akhir tahun terbaik untuk berbelanja dan benlvisata, lalu membayarnya kemudian dengan mudah,” paparnya. (*)
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More