Perbankan

Kredit UMKM Kontraksi 0,7 Persen pada November 2025, Ini Penyebabnya

Poin Penting

  • Kredit UMKM November 2025 terkontraksi 0,7% yoy menjadi Rp1.493,8 triliun
  • Kontraksi dipicu segmen mikro dan menengah, sementara UMKM skala kecil masih tumbuh
  • Meski UMKM melemah, total kredit perbankan tetap tumbuh 7,9% yoy

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit untuk UMKM pada November 2025 terkontraksi 0,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1.493,8 triliun. Angka ini melanjutkan kontraksi pada bulan sebelumnya yang sebesar 0,1 persen

Berdasarkan Analis Perkembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, kontraksi kredit UMKM tersebut didorong oleh kredit UMKM skala mikro dan menengah. Sementara, kredit UMKM skala kecil mengalami pertumbuhan positif.

Secara rinci, kredit UMKM pada skala mikro mengalami kontraksi sebesar 5,5 persen yoy menjadi Rp633,2 triliun, sama dengan bulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 4,3 persen.

Kemudian, kredit UMKM skala menengah juga kontraksi 0,6 persen menjadi Rp333,7 triliun, setelah pada bulan sebelumnya atau Oktober 2025 terkontraksi 1,4 persen.

Baca juga: Kredit Properti Tumbuh 7,4 Persen Jadi Rp1.513.5 Triliun per November 2025

Sementara itu, kredit UMKM skala kecil mengalami pertumbuhan sebesar 5,9 persen menjadi Rp526,9 triliun, setelah pada Oktober 2025 tumbuh 6,4 persen.

Berdasarkan jenis penggunaan, kontraksi kredit UMKM pada November 2025 dipengaruhi oleh Kredit Modal Kerja yang berkontribusi sebesar -4,1 persen yoy.

Adapun Kredit Modal Kerja (KMK) pada November 2025 tumbuh sebesar 2,5 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,1 persen yoy. Perkembangan KMK terutama bersumber dari pertumbuhan sektor konstruksi dan jasa-jasa.

Baca juga: Dorong Akselerasi Pendanaan Produktif UMKM, VENTENY Dapat Suntikan Dana Segar USD5 Juta

Secara keseluruhan, kredit yang disalurkan oleh perbankan pada November 2025 tumbuh lebih tinggi. Penyaluran kredit pada November 2025 tercatat sebesar Rp8.196,4 triliun atau tumbuh 7,9 persen yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Oktober 2025 sebesar 7,0 persen yoy.(*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Harga Emas Fluktuatif, Bank Mega Syariah Dorong Nasabah Optimalkan Strategi “Buy the Dip”

Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More

3 hours ago

60 Siswa Sakit Diduga akibat MBG, BGN Minta Maaf dan Suspend SPPG Pondok Kelapa

Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More

9 hours ago

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

11 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

17 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

17 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

19 hours ago