Lebih lanjut dia mengungkapkan, untuk mendorong pertumbuhan kredit di tahun ini, perseroan masih akan fokus pada penyaluran kredit di segmen mikro kecil. Di sisi lain, perseroan juga akan mendorong infrastruktur berbasis tenologi informasi digital.
“Sistem aplikasi yang dimiliki dapat menunjang kerja sama dengan perusaaan/institusi uang memiliki kinerja baik seperti virtual account, card based transaction, debit card, pre-loaded card dan internet banking,” ucap Edy.
Sedangkan untuk total Dana Pihak Ketiga (DPK) di tahun lalu, perseroan mencatatkan pertumbuhan 3,84 persen menjadi Rp1,8 triliun. Guna mendorong DPK tahun ini, Bank Ina akan menerapkan strategi bisnis jangka panjang.
“Kita akan terapkan strategi pemasaran yang efisien dan efektif dalam mendorong pertumbuhan nasabah baru. Dan mengembangkan inovasi produk dan layanan jasa yang sesuai dengan kebutuhan nasabah dalam captive market yang menjadi target perseroan,” tutup Edy. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More