Perbankan

Kredit Tumbuh 6,77 Persen, Laba Bersih Bank NTB Syariah Tembus Rp107,92 Miliar di Q2-2025

Jakarta – PT Bank NTB Syariah (Bank NTB Syariah) mencatat kinerja positif sepanjang paruh pertama 2025. Hal ini salah satunya tecermin dari pertumbuhan fungsi intermediasi bank pembangunan daerah (BPD) tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, piutang pembiayaan dari bank yang dipimpin Z. A. Wahyu Nugroho sebagai pelaksana tugas (plt) direktur utama ini tumbuh 6,77 persen secara year on year (yoy), dari Rp10,53 triliun menjadi Rp11,24 triliun.

Penyaluran pembiayaan itu diiringi dengan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross sebesar 1,73 persen, sementara NPF nett tercatat 0,75 persen.

Baca juga: Perkuat Layanan di Daerah, BNI dan Bank NTB Syariah Jalin Sinergi

Dana pihak ketiga (DPK) Bank NTB Syariah mencapai Rp12,61 triliun, naik tipis 0,22 persen dari tahun sebelumnya. Sementara rasio dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 43,11 persen atau sekitar Rp5,43 triliun dari total DPK.

Selain itu, aset Bank NTB Syariah juga sudah menyentuh Rp16,35 triliun. Angka tersebut naik 3,13 persen (yoy) dari tahun sebelumnya.

Namun demikian, perolehan laba bersih Bank NTB Syariah justru terkontraksi 3,31 persen dari Rp111,62 miliar pada kuartal-II 2024, menjadi Rp107,92 miliar pada periode ini. Padahal, pos perolehan laba mengalami peningkatan.

Baca juga: Mantap Ber-KUB, Bank Jatim dan Bank NTB Syariah Teken Perjanjian Pemegang Saham

Pendapatan setelah bagi hasil dari bank yang berdiri di tahun 1964 ini naik 12,58 persen (yoy) menjadi Rp400,62 miliar. Laba operasional juga mengalami pertumbuhan sebesar 5,31 persen (yoy), mencapai Rp155,94 miliar pada periode tersebut.

Namun, ada pembengkakan di beban operasional sebesar 17,76 persen, tembus Rp244,69 miliar. Rugi operasional juga melonjak 209,10 persen dari Rp2,96 miliar menjadi Rp6,18 miliar.

Rasio Keuangan Tetap Terjaga

Meskipun begitu, Bank NTB bisa menjaga rasio keuangan dengan baik. Rasio rentabilitas yang mencerminkan kemampuan memperoleh laba, seperti Return of Asset (ROA) dan Return of Equity (ROE), masing-masing mencapai 1,82 persen dan 10,71 persen.

Lalu, likuiditas BPD terjaga dengan baik, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 89,16 persen. Permodalan juga kuat, di mana Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 24,99 persen, naik 282 basis poin (bps). (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Recent Posts

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

2 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

2 hours ago

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

7 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

7 hours ago

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More

11 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

13 hours ago