Perbankan

Kredit Properti Tumbuh 4,6 Persen jadi Rp1.450 T di Agustus 2025

Poin Penting

  • Kredit properti tumbuh 4,6 persen yoy pada Agustus 2025 menjadi Rp1.450,9 triliun, didorong KPR dan KPA yang tumbuh 7,1 persen yoy.
  • Kredit real estate naik 5,2 persen yoy, sementara kredit konstruksi masih terkontraksi 0,5 persen yoy.
  • Total kredit perbankan tumbuh 7 persen yoy, terutama ditopang kredit investasi (13 persen yoy) dan kredit konsumsi (7,7 persen yoy).

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit properti pada Agustus 2025 tumbuh 4,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1.450,9 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 4,3 persen yoy.

Berdasarkan Analisis Perkembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, pertumbuhan kredit properti tersebut didorong oleh kredit pemilikaan rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Secara rinci, kredit properti KPR dan KPA tumbuh sebesar 7,1 persen yoy pada Agustus 2025 menjadi Rp824,1 triliun, tercatat stabil dengan Juli 2025 yang juga tumbuh 7,1 persen yoy.

Baca juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, Nobu Bank Ikut Akad Massal KPR FLPP

Sementara, kredit properti pada segmen real estate tumbuh sebesar 5,2 persen menjadi Rp242,7 triliun, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 3,9 persen yoy.

Sedangkan, kredit kontruksi terkontraksi 0,5 persen yoy menjadi Rp391,4 triliun. Angka itu melanjutkan kontraksi di Juli 2025 yang sebesar 1 persen yoy.

Adapun, secara keseluruhan kredit yang disalurkan oleh perbankan pada Agustus 2025 tumbuh lebih tinggi. Penyaluran kredit pada Agustus 2025 tercatat sebesar Rp7.966,1 triliun, atau tumbuh 7 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,7 persen yoy. 

Penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perorangan tumbuh masing-masing sebesar 9,9 persen yoy dan 3,6 persen yoy.

Baca juga: Pilih Take Over KPR Konvensional atau Syariah, Mana Lebih Untung?

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Modal Kerja (KMK) pada Agustus 2025 tumbuh sebesar 3,0 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juli 2025 sebesar 2,8 persen yoy.

Perkembangan KMK terutama bersumber dari pertumbuhan sektor Industri Pengolahan, serta sektor Keuangan, Real Estate, dan Jasa Perusahaan.

Selain itu, Kredit Investasi (KI) pada Agustus 2025 tumbuh sebesar 13,0 persen yoy, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 11,8 persen yoy, terutama bersumber dari sektor Industri Pengolahan, serta sektor Pengangkutan dan Komunikasi.

Sementara itu, Kredit Konsumsi (KK) pada Agustus 2025 tumbuh sebesar 7,7 persen yoy, setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 8,0 persen yoy. Ini didorong oleh perkembangan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan Kredit Multiguna. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

5 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

7 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

7 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

8 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

8 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

8 hours ago