Perbankan

Kredit Properti Tumbuh 13 Persen Jadi Rp1.597,7 Triliun di Desember 2025

Poin Penting

  • Penyaluran kredit properti tumbuh 13 persen yoy per Desember 2025 menjadi Rp1.597,7 triliun, melonjak signifikan dibanding November 2025 yang hanya tumbuh 7,5 persen yoy
  • Pertumbuhan kredit properti didorong kuat oleh segmen konstruksi yang naik 28,2 persen yoy menjadi Rp504 triliun, jauh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya
  • Total kredit perbankan mencapai Rp8.448,1 triliun atau tumbuh 9,3 persen yoy, dengan Kredit Investasi (20,5 persen yoy) sebagai pendorong utama.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit properti hingga Desember 2025 tumbuh 13 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1.597,7 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 7,5 persen yoy.

Berdasarkan Analisis Perkembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, pertumbuhan kredit properti tersebut didorong oleh kredit konstruksi.

Secara rinci, kredit properti pada segmen konstruksi tumbuh sebesar 28,2 persen menjadi Rp504 triliun, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,1 persen yoy.

Sementara, kredit real estate tumbuh sebesar 8,6 persen menjadi Rp253,3 triliun. Angka ini naik jika dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,2 persen.

Baca juga: Properti RI Berpeluang Booming Lagi pada 2026, Apa Penyebabnya?

Kemudian, kredit properti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) juga mengalami pertumbuhan sebesar 6,8 persen yoy pada Desember 2025 menjadi Rp840,5 triliun. Hanya saja, angka ini lebih rendah dibanding November 2025 yang tumbuh 6,9 persen yoy.

Secara keseluruhan, penyaluran kredit perbankan pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp8.448,1 triliun atau tumbuh 9,3 persen yoy. Ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 sebesar 7,9 persen yoy.

Adapun penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perorangan masing-masing tumbuh 14,6 persen yoy dan 3,1 persen yoy.

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Modal Kerja (KMK) pada Desember 2025 tumbuh 4,4 persen yoy, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,5 persen yoy. Pertumbuhan KMK terutama berasal dari sektor listrik, gas, dan air bersih serta sektor konstruksi.

Baca juga: Pasar Properti RI Diproyeksi Tumbuh Stabil, Berikut Pendorongnya

Sementara itu, Kredit Investasi (KI) tumbuh kuat sebesar 20,5 persen yoy, meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 17,8 persen yoy. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, serta sektor industri pengolahan.

Adapun Kredit Konsumsi (KK) tumbuh 6,4 persen yoy, sedikit melambat dibandingkan November 2025 yang tumbuh 7,2 persen yoy, didorong oleh perkembangan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kredit multiguna. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Ironi Kasus Kredit Macet Sritex: Bankir Jadi Tersangka, Pelaku Rekayasa Keuangan Bebas Berkeliaran

Oleh Tim Infobank ADA sebuah adagium lama dalam dunia perbankan: perbankan adalah industri yang dibangun… Read More

1 hour ago

Tantangan OJK ke Depan: Paling Utama Soal Independensi dan “Tangan Kotor” Politik Kekuasaan

Oleh Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group TAHUN 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)… Read More

4 hours ago

IHSG Dibuka Hijau ke Level 7.391

Poin Penting IHSG dibuka menguat tipis 0,03 persen ke level 7.391,65 pada awal perdagangan (12/3),… Read More

4 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini (12/3): Antam Anjlok, Galeri24 dan UBS Kompak Naik

Poin Penting Harga emas Galeri24 di Pegadaian naik Rp15.000 menjadi Rp3.098.000 per gram Harga emas… Read More

4 hours ago

IHSG Berpotensi Lanjut Melemah pada Rentang 7.300-7.350

Poin Penting IHSG diproyeksi melemah menguji level 7.300–7.350 setelah ditutup turun 0,69 persen ke 7.389,40… Read More

4 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp16.902 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah melemah di pembukaan perdagangan Kamis (12/3) ke level Rp16.902 per dolar AS,… Read More

4 hours ago