Perbankan

Kredit Properti Melambat, Tumbuh 4,3 Persen Jadi Rp1.464 T per September 2025

Poin Penting

  • Penyaluran kredit properti tumbuh 4,3% YoY menjadi Rp1.464 T, lebih rendah dari bulan sebelumnya (4,6%). KPR & KPA stabil di Rp827,1 T.
  • Kredit real estate naik 6,6%, kredit konstruksi terkontraksi 2,7%, sementara total kredit perbankan tumbuh 7,2% YoY.
  • KMK naik 2,9%, KI meningkat 14,3%, dan KK tumbuh 7,3%, didorong KPR, KKB, dan Kredit Multiguna.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit properti pada September 2025 tumbuh 4,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1.464 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 4,6 persen yoy.

Berdasarkan Analisis Perkembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, pertumbuhan kredit properti tersebut didorong oleh kredit pemilikaan rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Secara rinci, kredit properti KPR dan KPA tumbuh sebesar 7,2 persen yoy pada September 2025 menjadi Rp827,1 triliun, tercatat stabil dengan Agustus 2025 yang juga tumbuh 7,1 persen yoy.

Sementara, kredit properti pada segmen real estate tumbuh sebesar 6,6 persen menjadi Rp245,4 triliun, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 5,2 persen yoy.

Baca juga: Sektor Properti dan Industri Angkat IHSG ke Level 8.312

Sedangkan, kredit kontruksi terkontraksi 2,7 persen yoy menjadi Rp392,5 triliun. Angka itu melanjutkan kontraksi pada Agustus 2025 yang sebesar 0,5 persen yoy.

Kredit Perbankan Tumbuh Lebih Tinggi

Secara keseluruhan, kredit yang disalurkan oleh perbankan pada September 2025 tumbuh lebih tinggi. Penyaluran kredit pada September 2025 tercatat sebesar Rp8.051,0 triliun, atau tumbuh 7,2 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 7,0 persen yoy.

Lebih rinci, penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perorangan tumbuh masing-masing sebesar 10,5 persen yoy dan 3,2 persen yoy.

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Modal Kerja (KMK) pada September 2025 tumbuh sebesar 2,9 persen yoy, setelah tumbuh sebesar 3,0 persen yoy pada Agustus 2025. Perkembangan KMK terutama bersumber dari pertumbuhan sektor Konstruksi, serta sektor Pengangkutan dan Komunikasi.

Baca juga: BI Wanti-wanti NPL Kredit Konsumsi Trennya Cenderung Meningkat

Selanjutnya, Kredit Investasi (Kl) pada September 2025 tumbuh sebesar 14,3 persen yoy, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 13,0 persen yoy, terutama bersumber dari sektor Pertambangan dan Penggalian, serta sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih.

Sementara itu, Kredit Konsumsi (KK) pada September 2025 tumbuh sebesar 7,3 persen yoy, setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 7,7 persen yoy, didorong oleh perkembangan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan Kredit Multiguna. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Bank OCBC NISP Mau Buyback Saham Rp1 Miliar, Ini Tujuannya

Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More

13 mins ago

BGN Janji Tindaklanjuti Menu MBG Ramadan yang Melenceng dari Anggaran

Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More

16 mins ago

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Januari 2026 Anjlok 14 Persen

Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More

29 mins ago

KSPN Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih

Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More

39 mins ago

Insentif Ramadan-Lebaran Rp12,8 Triliun, DPR: Jangan Sekadar Stimulus Musiman

Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More

43 mins ago

Allo Bank Kantongi Laba Rp574 Miliar di 2025, Tumbuh 23 Persen

Poin Penting Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen yoy,… Read More

57 mins ago